Bacaan Doa
Doa Setelah Berihram agar Dijauhkan dari Hal-hal Haram saat Ibadah Haji/Umrah
Setiap Muslim dianjurkan membaca doa setelah berihram agar dijauhkan dari hal-hal haram saat melaksanakan ibadah haji atau umrah.
Ringkasan Berita:
- Ihram adalah keadaan penting dalam ibadah haji dan umrah yang dimulai dengan niat, memakai pakaian ihram, serta masuk ke miqat.
- Selama ihram, jemaah dilarang melakukan hal-hal terlarang seperti berkata kotor, berbuat fasik, dan memakai pakaian tertentu bagi laki-laki dan perempuan.
- Setelah itu dianjurkan membaca doa dan talbiyah sebagai bentuk memenuhi panggilan Allah.
- Tata cara ihram meliputi niat, mandi, memakai pakaian ihram, shalat, dan melafalkan talbiyah.
TRIBUNNEWS.COM - Ihram merupakan bagian penting dalam ibadah haji dan umrah.
Ihram dimulai ketika jemaah haji dan umrah mengucapkan niat haji/umrah, lalu mengenakan pakaian ihram.
Selama berihram, jemaah haji/umrah dilarang melakukan hal-hal yang dilarang seperti berkata kotor, berbuat fasik, dan perbuatan tercela lainnya.
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata kotor), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa haji…” (QS. Al-Baqarah: 197)
Pakaian ihram bagi jemaah laki-laki yaitu dua kain putih tanpa jahitan, sedangkan jemaah haji perempuan memakai pakaian biasa yang menutup aurat dan wajib menampakkan wajahnya.
“Janganlah kalian memakai baju (yang berjahit), celana, sorban, dan jangan pula wanita yang berihram memakai cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari)
Setelah berihram, jemaah haji/umrah dianjurkan membaca doa setelah ihram, sebagaimana terdapat dalam buku Doa dan Dzikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Doa Setelah Berihram
اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّمُ شَعْرِي وَبَشَرِي وَجَسَدِي وَجَمِيعَ جَوَارِحِي مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرَّمْتَهُ عَلَى الْمُحْرِمِ أَبْتَغِي بِذٰلِكَ وَجْهَكَ الْكَرِيمَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Allaahumma innii uharrimu sya’rii wa basyarii wa jasadii wa jamii’a jawaarihii min kulli syai’in harramtahu ‘alal muhrimi abtaghii bidzaalika wajhaka al-kariima yaa rabbal ‘aalamiin
Artinya: "Ya Allah, aku haramkan rambut, kulit, tubuh, dan seluruh anggota tubuhku dari semua yang Engkau haramkan bagi seorang yang sedang berihram, demi mengharapkan diri-Mu semata, wahai Tuhan pemelihara alam semesta."
Baca juga: Doa Niat Ihram Haji dan Umrah, Pembuka Ibadah di Tanah Suci Baitullah
Selain doa di atas, imam besar Islam mengajarkan doa-doa baik yang dapat dibaca setelah berihram sebagai berikut.
Doa Imam Ghazali Setelah Berihram
اللَّهُمَّ قَدْ حَرَّمْتُ لَكَ لَحْمِي وَشَعْرِي وَدَمِي وَعَصَبِي وَمُخِّي وَعِظَامِي وَحَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي النِّسَاءَ وَالطِّيبَ وَلُبْسَ الْمَخِيطِ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ وَالدَّارِ الْآخِرَةِ
Allaahumma qad harramtu laka lahmii wa sya’rii wa damii wa ‘ashabii wa mukhkhii wa ‘izhaamii wa harramtu ‘alaa nafsin-nisaa-a wath-thiiba wa lubsal makhiithi ibtighaa-a wajhika wad-daari al-aakhirah.
Artinya: "Ya Allah, sungguh telah aku haramkan kepada-Mu dagingku, rambutku, darahku, ototku, akal pikiranku, tulangku, dan aku telah haramkan untuk diriku perempuan, wangi-wangian, dan pakaian yang berjahit hanya mencari rida-Mu dan tempat kembali di akhirat nanti."
Doa Imam an-Nawawi Setelah Berihram
اللَّهُمَّ لَكَ أُحَرِّمُ نَفْسِي وَشَعْرِي وَبَشَرِي وَلَحْمِي وَدَمِي
Allaahumma laka uharrimu nafsii wa sya’rii wa basyarii wa lahmii wa damii.
Artinya: "Ya Allah, karena Engkaulah aku ihramkan tubuhku, rambutku, kulitku dagingku, dan darahku."
Doa Nabi Muhammad SAW Setelah Berihram
اَللَّهُمَّ حَجَّةً لَا رِيَاءَ فِيْهَا وَلَا سُمْعَةَ
Allahumma hajjatan la riya'a fiha wa la sum'ah.
Artinya: "Ya Allah, semoga menjadi haji yang tidak terdapat di dalamnya kesombongan dan rasa ingin dipuji dan dihormati."
Tata Cara Berihram
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjelaskan tata cara berihram sesuai sunah Rasulullah SAW. sebagai berikut.
1. Membaca Niat
Sebelum berihram, jemaah haji/umrah harus meniatkan hatinya untuk beribadah haji/umrah, baik diucapkan secara lisan maupun dibaca di dalam hati.
نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul hajja wal-‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan haji dan umroh, dan aku berihram karena Allah Ta’ala”
2. Mandi
Mandi ihram merupakan sunnah yang dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai langkah awal dalam menjalankan ibadah haji atau umrah.
Mandi sebelum ihram bertujuan untuk membersihkan diri dari hadas besar maupun kecil.
3. Memakai Pakaian Ihram
Pakaian ihram idealnya berwarna putih, yang melambangkan kesucian dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pakaian ihram bagi jemaah laki-laki yaitu dua kain putih tanpa jahitan dan jemaah haji perempuan yaitu pakaian biasa yang menutup aurat dan wajib menampakkan wajahnya.
4. Melaksanakan Ihram Setelah Shalat
Sebelum memasuki keadaan ihram, disarankan untuk menunaikan shalat fardhu terlebih dahulu.
Pelaksanaan shalat fardhu sebelum ihram merupakan amalan sunnah yang dianjurkan.
“Lalu Rasulullah SAW shalat di masjid (Dzulhulifah) kemudian menunggangi Al Qaswa (unta kesayangannya). Ketika unta tersebut sampai di Al-Baida’ beliau berihram untuk haji”. (HR Muslim)
5. Melaksanakan Talbiyah
Melafalkan talbiyah merupakan kewajiban dalam tata cara ihram dan dilakukan saat jemaah memasuki miqat, yaitu batas tempat atau waktu yang telah ditentukan dalam ibadah haji dan umrah, di mana seseorang harus mulai berihram (berniat dan mengenakan pakaian ihram).
Miqat zamani (waktu) aitu waktu pelaksanaan haji, seperti pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan awal Zulhijah, sedangkan Miqat Makani (tempat) yaitu batas lokasi tertentu yang tidak boleh dilewati tanpa berihram, seperti Bir Ali (Dzulhulaifah), Qarnul Manazil, Yalamlam, dan lainnya.
Bacaan talbiyah yang dibaca yaitu sebagai berikut:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulk, laa syariikaa laka.
Artinya: "Ya Allah aku datang memenuhi panggilanmu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milik-Mu semua. Tidak ada sekutu bagiMu." (HR. Bukhori)
Perlu diketahui, tidak dianjurkan untuk melakukan talbiyah secara berjamaah atau dipimpin oleh seorang imam.
Namun, jika terjadi pelafalan talbiyah bersama-sama secara tidak sengaja, hal tersebut diperbolehkan.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-SETELAH-BERIHRAM-3453434.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.