Bacaan Doa
Doa agar Mampu Membayar Utang dan Terhindar dari Azab di Akhirat
Setiap Muslim yang memiliki utang wajib untuk membayarnya. Rasulullah SAW. mengingatkan bahwa utang yang tidak dilunasi akan dibawa hingga akhirat.
Menunda pelunasan padahal mampu termasuk perbuatan zalim dan berdosa, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Rasulullah SAW bersabda: “Penundaan pembayaran oleh orang yang mampu adalah kezaliman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Jujur dan terbuka kepada pemberi utang
Jika mengalami kesulitan, hendaknya menyampaikan dengan jujur dan meminta keringanan atau waktu tambahan.
“Jika (orang berutang) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai ia lapang.” (QS. Al-Baqarah: 280)
4. Berutang hanya saat benar-benar perlu
Utang sebaiknya dilakukan karena kebutuhan mendesak, bukan untuk gaya hidup atau hal yang tidak penting.
Rasulullah SAW sering berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Lalu seseorang bertanya, “Mengapa engkau sering berlindung dari utang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya jika seseorang berutang, ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (HR. Bukhari)
5. Menjaga amanah dan kepercayaan
Utang adalah tanggung jawab yang harus dijaga karena berkaitan dengan hak orang lain.
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58)
6. Segera melunasi ketika memiliki kemampuan
Ketika sudah memiliki rezeki atau kecukupan, utang harus segera dibayar tanpa menunda-nunda.
Rasulullah SAW bersabda: “Jiwa seorang mukmin tergantung pada utangnya sampai dilunasi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
7. Menerima pengalihan utang jika sesuai ketentuan
Jika utang dialihkan kepada pihak yang mampu, maka hal tersebut diperbolehkan dan dianjurkan untuk diikuti.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Membayar utang bagi orang kaya adalah kezhaliman dan apabila seorang dari kalian utangnya dialihkan kepada orang kaya, hendaklah dia ikuti.” (HR. Bukhari)
8. Menghindari sikap meremehkan utang
Utang bukan perkara ringan, bahkan bisa menjadi penghalang kebaikan jika tidak diselesaikan.
Rasulullah SAW bersabda: “Diampuni bagi orang yang mati syahid semua dosanya kecuali utang.” (HR. Muslim)
9. Berdoa dan berikhtiar
Selain usaha, dianjurkan untuk berdoa agar dimudahkan dalam melunasi utang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-MEMBAYAR-UTANG-456346t4er.jpg)