Sabtu, 9 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa di Bawah Mizab, Talang Emas Kabah yang Jadi Tempat Mustajab Berdoa

Jemaah haji/umrah dianjurkan memperbanyak doa ketika berada di dekat Kabah, termasuk saat berada di bawah Mizab, yaitu talang emas Kabah.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA DI MIZAB - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Jumat (8/5/2026). Jemaah haji/umrah dianjurkan memperbanyak doa ketika berada di dekat Kabah, termasuk saat berada di bawah Mizab, yaitu talang emas Kabah. 
Ringkasan Berita:
  • Mizab Rahmah adalah talang emas di atas Ka’bah yang mengalirkan air hujan ke Hijir Ismail dan menjadi salah satu titik mustajab untuk berdoa karena kedekatannya dengan Baitullah.
  • Di tempat ini, jamaah dianjurkan memperbanyak doa seperti memohon kemuliaan Ka’bah, keselamatan, kebaikan dunia-akhirat, serta ampunan Allah SWT.
  • Ka’bah sendiri adalah rumah suci yang dibangun Nabi Ibrahim AS dan menjadi kiblat umat Islam sebagaimana disebut dalam QS. Ali Imran: 96 dan QS. Al-Baqarah: 144.

TRIBUNNEWS.COM - Mizab Ar-Rahman adalah talang emas yang terletak di bagian atas Ka’bah, tepatnya di sisi Hijr Ismail, yang berfungsi mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah.

Tempat ini dikenal memiliki keutamaan spiritual karena berada di area yang sangat dekat dengan Ka’bah dan termasuk titik yang sering menjadi tempat turunnya rahmat Allah SWT sehingga banyak jamaah haji dan umrah berusaha berdoa di bawahnya saat thawaf.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa berdoa di sekitar Ka’bah, termasuk di bawah Mizab, menjadi salah satu waktu dan tempat yang penuh keberkahan karena kedekatannya dengan Baitullah yang dimuliakan Allah SWT.

“Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 96)

Di bawah talang emas inilah jemaah haji dan umrah yang datang dari seluruh penjuru dunia bersimpuh, memohon ampunan, rahmat, dan segala hajat kepada Allah SWT dengan penuh harap dan kerendahan diri.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut doa yang dapat dibaca ketika berada di bawah talang Kabah atau Mizab.

Doa di Bawah Mizab

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا

Allahumma zid haadzal-baita tasyriifan wa ta’dhiiman wa mahaabah, wa zid man hajjahu awi i’tamarahu tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa birraa.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah ini (Ka’bah) kemuliaan, keagungan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang yang menunaikan haji atau umrah kepadanya kemuliaan, keagungan, penghormatan, dan kebaikan.”

Baca juga: Doa di Hijir Ismail, Tempat Mustajab Berdoa di Sisi Ka’bah

Doa Mohon Keselamatan

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Allahumma antas-salaamu wa minkas-salaam, fa hayyinaa rabbanaa bis-salaam.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari-Mulah segala keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan.” (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf dan al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra)

Doa Mohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201 Al-Baqarah 2:201)

Doa Perlindungan dan Pengampunan

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, sehatkanlah aku, dan berikanlah aku rezeki.”

Mizab Ar-Rahman

Mizab Ka’bah adalah talang air emas yang terletak di bagian atap Ka’bah dan mengarah ke Hijir Ismail.

Mizab ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah agar tidak menumpuk, sehingga menjaga bangunan suci tersebut tetap aman dan tidak rusak akibat genangan air.

Secara historis, Mizab sudah ada sejak masa renovasi Ka’bah oleh suku Quraisy, kemudian diperindah pada masa pemerintahan Khalifah dan para raja Islam.

Mizab yang dikenal saat ini diberi lapisan emas dan dikenal juga dengan sebutan Mizab Ar-Rahmah (Talang Rahmat), karena lokasinya berada tepat di area yang diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Letaknya yang berada di atas Hijir Ismail membuat area bawah Mizab menjadi salah satu titik yang sangat istimewa di Masjidil Haram.

Banyak jamaah haji dan umrah berusaha untuk berdoa di bawahnya karena diyakini sebagai waktu dan tempat yang penuh keberkahan, meskipun tidak ada dalil yang menetapkan doa khusus di sana.

Dalam praktik ibadah, para ulama menjelaskan bahwa keutamaan Mizab bukan karena lafaz doa tertentu, tetapi karena posisinya yang berada di sekitar Ka’bah—rumah Allah yang paling mulia di muka bumi.

Karena itu, siapa pun yang berdoa di sana dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan hajat dengan penuh kekhusyukan.

Pahala Melihat Kabah

Ka’bah merupakan Baitullah yang pertama kali dibangun sebagai pusat ibadah umat manusia dan menjadi kiblat shalat bagi seluruh kaum muslimin di dunia.

Allah SWT memerintahkan untuk menghadap ke Masjidil Haram, yang dalam tafsir para ulama seperti Tafsir Jalalain dimaknai sebagai Ka’bah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 144. 

“Palingkanlah mukamu ke arah Masjid Haram.” (QS. al-Baqarah/2: 144)

Selain menjadi arah ibadah, Ka’bah juga memiliki keutamaan spiritual, di mana bahkan memandangnya disebut sebagai amal yang mendatangkan rahmat Allah SWT, sebagaimana disebut dalam beberapa riwayat bahwa Allah menurunkan rahmat bagi orang yang melihat, shalat, dan thawaf di Baitullah.

Ka’bah memiliki sejarah yang sangat mulia sejak masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang membangunnya kembali dengan penuh doa dan pengabdian, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 127.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah/2: 127).

Selain itu, kemuliaan Kabah juga disebutkan dalam ayat lain.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran/3: 96).

Para ulama seperti Syaikh Nawawi Banten dalam Tafsir Munir menjelaskan bahwa Ka’bah juga dimuliakan oleh para nabi sebelumnya sebagai pusat ketundukan kepada Allah SWT.

Bahkan doa Nabi Ibrahim AS terus mengiringi pembangunan Ka’bah, memohon agar keturunannya menjadi umat yang taat serta agar risalah Islam tersebar di seluruh dunia.

Ka’bah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol tauhid, persatuan umat Islam, dan pusat kerinduan spiritual jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia.

Setiap orang yang melihat, menghadap, atau beribadah di dekatnya merasakan kekhusyukan yang mendalam, karena Ka’bah menjadi tempat berkumpulnya doa, harapan, dan penghambaan kepada Allah SWT, seperti dijelaskan Dr. K.H. Syamsul Yakin MA, Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta di laman UIN Jakarta.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved