Senin, 11 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa ketika Lelah saat Beribadah Haji dan Umrah, Amalkan agar Tetap Kuat

Jemaah haji/umrah mengikuti rangkaian ibadah yang beragam di Tanah Suci, maka penting untuk menjaga kesehatan dengan senantiasa berdoa dan berusaha.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com
DOA SAAT LELAH - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Senin (11/5/2026). Jemaah haji/umrah mengikuti rangkaian ibadah yang beragam di Tanah Suci, maka penting untuk menjaga kesehatan dengan senantiasa berdoa dan berusaha. 

Melalui ibadah ini, umat Islam juga dilatih untuk menjaga ucapan, mengendalikan emosi, serta menjauhi perbuatan buruk sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang melarang berkata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan selama haji.

Selain menjadi bentuk ketaatan, haji dan umrah juga menjadi sarana pembersihan diri dari dosa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang menunaikan haji dengan ikhlas dan menjaga diri dari perbuatan maksiat akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Sementara umrah menjadi penghapus dosa di antara dua umrah yang dilakukan. Karena itu, banyak jamaah merasakan ketenangan hati dan semangat untuk memulai hidup yang lebih baik setelah pulang dari Tanah Suci.

Berbagai ujian selama ibadah, seperti cuaca panas, perjalanan panjang, dan padatnya jamaah, juga menjadi latihan kesabaran dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hikmah haji dan umrah berikutnya adalah menumbuhkan persaudaraan dan kesetaraan umat Islam. Saat mengenakan pakaian ihram, seluruh jamaah tampak sama tanpa perbedaan jabatan, kekayaan, suku, maupun bangsa. Semua berdiri sejajar di hadapan Allah SWT dengan tujuan ibadah yang sama.

Kondisi ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari kedudukannya, melainkan dari ketakwaannya. Pertemuan jutaan muslim dari berbagai negara juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa saling menghormati serta tolong-menolong antar sesama.

Selain itu, ibadah haji dan umrah mengajarkan pentingnya kesabaran dan pengendalian diri. Jamaah harus menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental selama menjalankan ibadah. Dalam sa’i misalnya, umat Islam meneladani perjuangan Hajar yang dengan sabar mencari air untuk Nabi Ismail AS.

Dari peristiwa tersebut, seorang muslim belajar untuk tetap berikhtiar dan percaya bahwa pertolongan Allah akan datang pada waktunya. Kesabaran dan keikhlasan inilah yang kemudian membentuk karakter seorang muslim menjadi lebih kuat dan matang secara spiritual.

Haji dan umrah juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Baitullah, sehingga mereka yang diberi kesempatan akan merasakan nikmat iman dan Islam yang luar biasa besar.

Saat melihat Ka’bah dan menyaksikan jutaan manusia beribadah bersama dengan penuh kerendahan hati, muncul kesadaran bahwa manusia hanyalah hamba yang lemah di hadapan Allah SWT.

Karena itu, hikmah haji dan umrah tidak berhenti setelah ibadah selesai, tetapi diharapkan terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang lebih baik, lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved