Bacaan Doa
Doa Ketika Tidak Khusyuk dalam Sholat dan Ibadah Lainnya
Muslim dianjurkan untuk khusyuk ketika sholat dan menjalankan ibadah lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan keimanan dan kedekatan dengan Allah SWT.
Ringkasan Berita:
- Khusyuk dalam sholat membuat ibadah lebih bermakna karena menghadirkan hati, menenangkan jiwa, serta menjauhkan dari dosa dan maksiat.
- Orang yang khusyuk merasakan ketenangan batin, lebih dekat kepada Allah, serta membentuk pribadi yang sabar, disiplin, dan berakhlak baik.
- Tanda khusyuk terlihat dari sholat yang tenang, fokus, menghayati bacaan, dan merasa sedang menghadap Allah.
TRIBUNNEWS.COM - Dalam menjalankan ibadah, tidak jarang seseorang merasakan hati yang mudah teralihkan dan sulit untuk fokus sehingga kekhusyukan berkurang.
Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk segera kembali mengingat Allah dengan berdoa dan memohon pertolongan agar hati tetap tenang dan istiqamah dalam beribadah.
Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah memohon keteguhan hati agar selalu berada di atas jalan agama-Nya, terutama ketika rasa lalai dan tidak khusyuk mulai muncul dalam ibadah, misalnya ketika sholat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang khusyuk dalam sholat dan ibadah lainnya.
Allah SWT berfirman: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)
Dalam Kitab al-Witr oleh Sunan Abu Dawud, terdapat doa yang dapat dibaca ketika merasa tidak khusyuk dalam berdoa.
Doa Ketika Tidak Khusyuk dalam Sholat
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a‘inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik
Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.” (HR. Daud)
Baca juga: Doa Saat Menunggu Waktu Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji
Atau,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik
Artinya: “Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)
Kapan Doa Tersebut Dibaca?
Doa memohon kekhusyukan dalam sholat bisa dibaca sebelum sholat dimulai (saat menunggu iqamah atau sebelum takbiratul ihram), setelah sholat selesai (setelah salam), atau di luar sholat/kapan saja saat merasa hati sulit fokus atau lalai dalam ibadah.
Tidak dianjurkan dibaca di tengah sholat, karena sholat memiliki bacaan yang sudah ditetapkan (takbir, Al-Fatihah, rukuk, sujud, dll.)
Doa dengan lafaz tertentu di luar bacaan sholat dapat membatalkan sholat jika dilakukan tidak pada tempatnya.
Dalil Tentang Kekhusyukan dalam Sholat
Kekhusyukan dalam sholat merupakan salah satu ciri utama orang beriman yang benar-benar menghadirkan hatinya ketika beribadah kepada Allah SWT.
Al-Qur’an menegaskan bahwa keberuntungan sejati ada pada orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya, sebagaimana firman Allah: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2).
Ayat ini menunjukkan bahwa khusyuk bukan sekadar tambahan dalam ibadah, tetapi menjadi tanda utama keberhasilan seorang mukmin dalam menjalankan sholat.
Lebih lanjut, Allah SWT juga mengajarkan bahwa sholat merupakan sarana pertolongan spiritual bagi manusia dalam menghadapi kehidupan, meskipun terasa berat bagi orang yang tidak khusyuk.
Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).
Ayat ini menggambarkan bahwa kekhusyukan membuat sholat menjadi ringan dan menenangkan, sedangkan hati yang lalai akan merasakan sebaliknya.
Selain menjadi sarana kedekatan dengan Allah, sholat yang khusyuk juga memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut: 45).
Ini menunjukkan bahwa kualitas sholat seseorang sangat berpengaruh terhadap perilaku dan akhlaknya di luar ibadah.
Rasulullah SAW juga memberikan bimbingan agar umat Islam menumbuhkan kesadaran penuh saat sholat, seolah-olah itu adalah sholat terakhir dalam hidupnya.
Rasulullah SAW bersabda: “Shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak berpisah.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis ini mengajarkan pentingnya menghadirkan kesungguhan dan fokus, karena sholat bukan sekadar rutinitas, tetapi pertemuan seorang hamba dengan Tuhannya.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang sholat lima waktu yang menghapus dosa-dosa seorang muslim, sebagaimana sabdanya: “Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di depan rumah seseorang, ia mandi di sungai itu lima kali sehari, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?” Para sahabat menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Demikianlah perumpamaan sholat lima waktu; Allah menghapus dosa-dosa dengan sholat itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, penghapusan dosa ini akan lebih sempurna ketika sholat dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjanjikan keutamaan besar bagi sholat yang dilakukan dengan wudhu sempurna dan kekhusyukan hati.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim berwudhu dengan sempurna, lalu shalat dua rakaat dengan khusyuk, melainkan surga wajib baginya.” (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa khusyuk bukan hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga membawa pahala yang sangat besar.
Tanpa khusyuk, sholat kehilangan ruhnya, sedangkan dengan khusyuk, sholat menjadi sumber keberuntungan, penghapus dosa, penenang jiwa, sekaligus jalan menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Manfaat Khusyuk dalam Sholat
Khusyuk dalam sholat membuat ibadah menjadi lebih bermakna karena menghadirkan hati saat beribadah kepada Allah.
Sholat yang khusyuk dapat menenangkan jiwa, menghilangkan kegelisahan, serta membuat hati lebih damai.
Selain itu, khusyuk juga menjadikan sholat sebagai pengingat untuk menjauhi perbuatan dosa dan maksiat.
Orang yang khusyuk akan lebih dekat kepada Allah dan merasakan ketenangan batin yang tidak didapatkan dari hal duniawi.
Khusyuk juga membentuk kepribadian yang sabar, disiplin, dan berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari.
Tanda-Tanda Orang yang Khusyuk dalam Sholat
- Tenang dan tidak tergesa-gesa
- Gerakan sholat dilakukan dengan perlahan dan penuh ketenangan.
- Fokus dalam ibadah
- Tidak mudah terganggu oleh suara atau hal di sekitar saat sholat.
- Menghayati bacaan sholat
- Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna setiap doa dan ayat.
- Pandangan terjaga
- Tidak banyak menoleh ke kanan atau kiri karena hati fokus kepada Allah.
- Merasa sedang menghadap Allah
- Menyadari bahwa sholat adalah momen berkomunikasi langsung dengan Allah.
Cara Agar Khusyuk dalam Sholat
- Berwudhu dengan sempurna
- Membersihkan diri lahir dan batin sebelum sholat dimulai.
- Memahami arti bacaan sholat
- Agar hati lebih terhubung dengan setiap doa yang dibaca.
- Menganggap sholat sebagai yang terakhir
- Membuat ibadah dilakukan dengan lebih serius dan penuh kesadaran.
- Mencari tempat yang tenang
- Menghindari gangguan agar lebih mudah fokus.
- Mengingat kematian dan akhirat
- Menyadari bahwa sholat adalah bekal menuju kehidupan setelah dunia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-SAAT-TIDAK-KHUSYUK-3532532532453.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.