Bukan Bikin Bersih, Spons Cuci Piring yang Jarang Diganti Justru Jadi Sarang Penyakit
Busa spons yang selama ini kita gunakan untuk membersihkan piring dan gelas, sejatinya merupakan surga bagi bakteri untuk berkembang biak.
Temukan Jawabannya di Artikel ini:
- Kapan harus mengganti spons cuci piring?
- Bagaimana cara menjaga spons tetap bersih?
- Apa akibatnya jika tidak memperhatikan kebersihan spons cuci piring?
TRIBUNNEWS.COM - Spons cuci piring merupakan benda yang pasti kita temukan di dapur. Setiap hari, benda kecil ini digunakan untuk membersihkan sisa makanan dan minyak pada peralatan makan.
Bahkan, terkadang kita menggunakan spons tersebut untuk membersihkan kotoran yang bukan berasal dari makanan, seperti pantat panci dan wastafel. Kebiasaan ini justru berisiko memindahkan kotoran dan bakteri ke peralatan makan.
Namun, di balik fungsinya yang terlihat sederhana, spons cuci piring ternyata bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Kondisi lembap, sisa makanan yang menempel, serta penggunaan berulang menjadikan spons sebagai “rumah” yang nyaman bagi mikroorganisme.
Mengutip BBC, para ahli mikrobiologi di Universitas Furtwangen di Jerman, pernah meneliti mikrobioma bakteri yang ada pada spons dapur bekas pakai. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Scientific Reports pada tahun 2017 ini menunjukkan bahwa terdapat 362 spesies mikroba yang hidup di spons cuci piring.
Tak hanya itu, penelitian tersebut juga mencatat kepadatan bakteri yang tinggal dalam spons bekas bisa mencapai 54 miliar individu per sentimeter kubik.
“Jumlahnya sangat besar, mirip dengan jumlah bakteri yang bisa ditemukan dalam sampel tinja manusia,” kata Markus Egert, salah satu penulis studi tersebut.
Dari penelitian itu, terungkap bahwa lima dari 10 spesies bakteri yang teridentifikasi memiliki potensi menyebabkan infeksi, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Namun, hal ini bukan berarti semua bakteri yang ditemukan pada spons dapur selalu berbahaya.
Jennifer Quinlan, seorang profesor keamanan pangan di Universitas Prairie View A&M di Amerika Serikat, mengatakan, “Sebagian besar bakteri pada spons tidak menyebabkan penyakit, hanya saja dapat membuatnya berbau tidak sedap seiring waktu.”
Baca juga: Ditangkap dan Dimusnahkan, Mengapa Ikan Sapu-sapu Tidak Diolah Jadi Makanan?
Bagaimana Cara Membersihkan Spons Cuci Piring?
Meski terlihat sepele, spons cuci piring sebenarnya juga perlu dirawat dengan benar. Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga spons tetap bersih dan memperpanjang masa pakainya, mengutip pernyataan Jennifer Quinlan.
“Ada dua cara. Pertama, memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring saat malam hari atau memanaskannya dalam microwave selama satu menit hingga terlihat uap keluar. Cara ini dapat membunuh sebagian besar patogen,” jelas Quinlan.
Berbagai sumber juga menunjukkan bahwa membersihkan spons dengan menggunakan mesin pencuci piring atau microwave dapat membantu mengurangi jumlah bakteri.
Namun, cara tersebut ternyata tidak sepenuhnya membuat spons bebas bakteri. Meski jumlah mikroorganisme berkurang, beberapa bakteri yang lebih kuat justru tetap bertahan dan berkembang kembali.
Artinya, spons yang sudah dibersihkan belum tentu benar-benar steril. Bakteri yang tersisa bisa menjadi lebih resisten terhadap proses pembersihan di hari berikutnya.
“Jika hal ini dilakukan berulang kali, maka bisa terjadi seleksi alami terhadap bakteri-bakteri yang lebih tahan terhadap proses pembersihan,” ujar Egert.
Karena itu, rutin mengganti spons tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan dapur. Mengutip KlikDokter, spons cuci piring disarankan untuk diganti setiap satu hingga dua minggu guna mengurangi risiko penyebaran kuman.
Jika spons sudah berubah warna, mengeluarkan bau tidak sedap, atau mulai rusak, jangan ragu untuk membuangnya. Sebab, mempertahankan spons lama sama saja dengan menyimpan sumber penyakit di dapur.
Selain rutin menggantinya, ada dua kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan agar spons tidak menjadi sarang mikroorganisme.
Pertama, setelah digunakan, bilas spons hingga bersih, lalu peras agar tidak terlalu lembap. Letakkan spons di tempat dengan sirkulasi udara yang baik supaya lebih cepat kering.
Kedua, hindari menggunakan spons cuci piring untuk membersihkan benda lain seperti wastafel, lantai, atau bagian bawah panci yang sangat kotor. Pasalnya, bakteri dari permukaan kotor dapat berpindah ke spons lalu menempel pada piring, gelas, maupun peralatan makan.
Sejumlah ahli bahkan menyarankan penggunaan sikat cuci piring sebagai alternatif, karena lebih cepat kering dan cenderung mengandung lebih sedikit bakteri dibandingkan spons.
Sekarang, coba lihat spons cuci piring di rumah kamu. Kapan terakhir kali kamu menggantinya?
Baca juga: Mantra: Masakan Nusantara, Selebrasi Rasa dari Kearifan Lokal Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-spons-cuci-piring.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.