Rabu, 27 Mei 2026

Hari Raya Idul Adha

9 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Adha, Muslim Wajib Tahu dan Amalkan

Pada Hari Raya Idul Adha, Muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunnah sebelum berangkat ke tempat sholat Idul Adha.

Tayang:
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
SHOLAT IDUL ADHA - Jamaah melaksanakan salat Iduladha 1440 H di Jalan Leuwipanjang, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019) pagi. - Pada Hari Raya Idul Adha, Muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunnah sebelum berangkat ke tempat sholat Idul Adha. 
Ringkasan Berita:
  • Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah dianjurkan diisi dengan berbagai amalan sunnah, seperti mandi sebelum shalat Id, memakai pakaian terbaik, bertakbir, dan melaksanakan shalat Id berjamaah.
  • Umat Islam juga disunnahkan tidak makan sebelum shalat, berjalan kaki ke tempat shalat, serta pulang melalui jalan berbeda.
  • Setelah shalat, Muslim dianjurkan makan dan menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Semua amalan ini meneladani sunnah Rasulullah SAW serta memperkuat ketakwaan dan kebersamaan.

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah tahun hijriyah.

Umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat ied yang hukumnya sunnah muakkad atau amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Dari Umar bin Khattab RA: “Shalat Idul Fitri dan Idul Adha itu dua rakaat, sempurna tanpa diqashar, sebagaimana disampaikan melalui lisan Nabi kalian.” (HR. Sunan an-Nasa'i dan Sunan Ibnu Majah)

Pada hari Idul Adha, muslim juga dapat mengerjakan amalan selain sholat Idul Adha.

Mengutip laman Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut amalan sunnah di Hari Raya Idul Fitri.

1. Mandi Sebelum Shalat Idul Adha

Muslim disunnahkan untuk mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Adha.

Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan diri sekaligus mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya dalam keadaan suci dan segar.

Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Selain menjaga kebersihan, mandi sunnah juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

Baca juga: Doa Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Menjelang Idul Adha, Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu

2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian untuk Shalat Idul Adha

Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian ketika berangkat menuju tempat shalat Id.

Sunnah ini menunjukkan rasa syukur dan kegembiraan atas datangnya hari raya.

Dalam sebuah hadis, Ali bin Abi Thalib RA berkata bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya memakai pakaian dan wewangian terbaik pada dua hari raya.

Namun, pakaian terbaik tidak harus baru atau mahal, melainkan bersih, rapi, dan pantas digunakan untuk beribadah.

3. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum shalat Id, pada Hari Raya Idul Adha umat Islam disunnahkan menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Idul Adha.

Rasulullah SAW biasa tidak makan sebelum berangkat shalat Idul Adha dan baru makan setelah pulang dari shalat.

Dari Buraidah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau pulang dari shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hikmah dari sunnah ini adalah agar umat Islam dapat menikmati makanan dari daging kurban setelah ibadah selesai dilaksanakan, sehingga semakin terasa makna pengorbanan dan kebersamaan pada hari raya.

4. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat Idul Adha

Rasulullah SAW juga mencontohkan berjalan kaki ketika berangkat menuju tempat shalat Idul Adha.

Sunnah ini mengandung banyak hikmah, di antaranya mempererat silaturahmi karena dapat bertemu sesama Muslim di perjalanan, sekaligus menjadi bentuk kesederhanaan dan kerendahan hati.

Selain itu, berjalan kaki juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak takbir dan dzikir sepanjang perjalanan menuju tempat shalat Id.

Ibnu Umar ra. berkata: "Rasulullah SAW biasa berangkat sholat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki.” (HR. Ibnu Majah no. 1295)

5. Mengumandangkan Takbir

Mengumandangkan takbir merupakan salah satu syiar terbesar pada Hari Raya Idul Adha.

Takbir Idul Adha dimulai sejak fajar tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah hingga akhir hari tasyrik pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Suara takbir yang berkumandang di masjid, rumah, maupun jalan-jalan menciptakan suasana penuh kebesaran dan kebahagiaan dalam menyambut hari raya.

6. Melaksanakan Shalat Idul Adha Berjamaah

Shalat Idul Adha merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Rasulullah SAW bersama para sahabat selalu melaksanakan shalat Id sebelum khutbah.

Pelaksanaan shalat berjamaah ini juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan umat Islam.

Selain memperoleh pahala, shalat Idul Adha menjadi momen berkumpulnya kaum Muslimin dalam suasana penuh suka cita dan ukhuwah Islamiyah.

7. Makan Setelah Shalat Idul Adha

Setelah selesai melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam dianjurkan makan sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Bahkan, jika memungkinkan, makanan pertama yang dikonsumsi berasal dari daging hewan kurban.

Sunnah ini mengandung makna rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus mempererat kebersamaan dengan keluarga dan masyarakat melalui pembagian daging kurban.

8. Pergi dan Pulang Shalat Idul Adha Mengambil Jalan Berbeda

Rasulullah SAW juga mencontohkan mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat Id.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi SAW melalui jalan berbeda saat pergi dan pulang shalat Id.

Dari sahabat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: “Nabi SAW ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR. Bukhari no. 986)

Para ulama menjelaskan sunnah ini memiliki banyak hikmah, seperti memperluas syiar Islam, memperbanyak silaturahmi, serta agar lebih banyak tempat menjadi saksi amal ibadah seorang Muslim pada hari kiamat.

9. Menyembelih Hewan Kurban

Ibadah kurban menjadi amalan utama pada Hari Raya Idul Adha bagi Muslim yang mampu.

Kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan.

Selain bernilai ibadah, kurban juga mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan semangat berbagi kepada sesama.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved