Rabu, 27 Mei 2026

'Think Before You Click', Edukasi Literasi Digital untuk Ciptakan Ruang Siber yang Sehat

Di balik kemudahan konektivitas, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan polarisasi sosial.

Tayang:
HO/IST
BAHAS BAHAYA HOAKS - Diskusi virtual Ruang Damai bersama peserta dari berbagai kalangan membahas literasi digital, bahaya hoaks, cyberbullying, hingga pentingnya self-awareness di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Ruang Damai menggelar webinar “Think Before You Click” untuk mendorong generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga perdamaian di ruang digital.
  • Webinar membahas ancaman hoaks, cyberbullying, hingga dampak psikologis media sosial terhadap kesehatan mental anak muda.
  • Peserta diajak menjadi “digital peacebuilders” dengan membangun budaya literasi digital, etika komunikasi, dan kesadaran diri saat bermedia sosial.

 

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruang Damai mengajak generasi muda untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan aktif menciptakan ruang digital yang sehat melalui webinar Bincang Damai bertajuk “Think Before You Click: Bijak Menggunakan Sosial Media”.

Kegiatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut diikuti 93 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis mahasiswa, remaja, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), lembaga negara, serta organisasi masyarakat sipil.

Baca juga: Pimpinan Komisi I DPR Dave Laksono: Literasi Digital Jadi Benteng Utama Tangkal Judi Online

Direktur Eksekutif Ruang Damai, Zainal Abidin, mengatakan media sosial kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemudahan konektivitas, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan polarisasi sosial.

Menurutnya, satu klik di media sosial dapat membawa dampak besar, baik positif maupun negatif, tergantung bagaimana pengguna memanfaatkannya.

“Jika digunakan untuk menyebarkan kebaikan, media sosial bisa menjadi ruang inspirasi, edukasi, dan perdamaian. Tetapi tanpa kesadaran dan tanggung jawab, satu unggahan juga bisa memicu perpecahan dan melukai orang lain,” ujar Zainal, Selasa (26/5/2026).

Ia menegaskan program Bincang Damai merupakan bagian dari upaya Ruang Damai membangun budaya damai yang tidak hanya dilakukan di ruang fisik, tetapi juga di dunia maya. Zainal mengajak masyarakat membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya serta menjaga etika dalam berinteraksi di media sosial.

“Teknologi memberi kebebasan berekspresi, tetapi kebebasan itu harus dibarengi tanggung jawab. Kami ingin mendorong lahirnya netizen cerdas yang mampu memberi dampak positif bagi ekosistem digital,” katanya.

Dalam webinar tersebut, peserta juga diajak menjadi agen perdamaian digital atau digital peacebuilders dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan toleransi, literasi digital, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain sesi diskusi umum, webinar menghadirkan dua narasumber yang membahas tantangan ruang siber dari sisi keamanan digital dan kesehatan mental.

Kriminolog Irnasya Shafira Hadi menjelaskan berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin marak, seperti cyberbullying, grooming, hingga pelecehan seksual berbasis online. Ia menilai rendahnya kesadaran bermedia sosial membuat setiap orang berpotensi menjadi korban maupun pelaku kekerasan digital.

“Cyberbullying bukan sekadar candaan di internet. Dampaknya bisa serius terhadap kondisi psikologis korban,” jelas Irnasya.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Aliansi Remaja, Yogi Aris Budiman, menyoroti tekanan psikologis yang muncul akibat penggunaan media sosial berlebihan, terutama karena budaya membandingkan diri dan mencari validasi dari orang lain.

Menurutnya, kesadaran diri atau self-awareness menjadi kunci agar media sosial tetap digunakan secara sehat.

“Penting memahami tujuan saat online, mampu mengelola emosi, menjaga privasi, dan membatasi aktivitas digital berlebihan agar koneksi sosial tidak berubah menjadi tekanan emosional,” ujar Yogi.

Melalui kegiatan ini, Ruang Damai berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih kritis, bertanggung jawab, dan aktif membangun ekosistem digital yang aman, sehat, serta berorientasi pada nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan.(Hasiolan Eko P. Gultom)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved