5 Cara Mudah Bantu Si Kecil Belajar Bicara Tanpa Perlu Alat Mahal
Orang tua dapat membantu perkembangan bicara balita melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana
Ringkasan Berita:
- Orang tua dapat membantu perkembangan bicara balita melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana
- Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tantrum dan bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi anak yang belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata
- Jika orang tua memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara anak, intervensi dini sangat dianjurkan
Ā
TRIBUNNEWS.COM - Melihat si kecil yang sudah bisa berbicara belajar berkomunikasi dengan suara adalah salah satu bagian paling menyenangkan dari masa kanak-kanak, namun juga bisa menjadi masa yang membingungkan.
Sementara sebagian anak tampak tak henti-hentinya mengoceh sebelum usia 2 tahun, yang lain mungkin butuh sedikit lebih lama untuk menemukan kata-kata mereka.
Sangat wajar bagi orang tua untuk bertanya-tanya apakah anak mereka sudah mencapai semua tonggak perkembangan, namun ada cara-cara sederhana untuk mengambil tindakan daripada terus khawatir.
Mengutip situs Parents, Marie Martinez, MS, MEd, seorang ahli patologi wicara-bahasa dan penulis buku Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years, mengatakan bahwa berbagai strategi sehari-hari dapat membuat perbedaan besar dalam membantu anak belajar mengekspresikan diri.
Ia berbagi tips praktis yang didukung penelitian untuk mendukung perkembangan bicara dan bahasa si kecil ā tanpa memerlukan kartu belajar maupun program les mahal.
Baca juga: Jangan Tunggu Anak Bisa Ngomong Sendiri: Deteksi Dini Speech Delay Itu Penting
5 Cara Orang Tua Meningkatkan Kemampuan Bicara Balita
Baik si kecil baru mulai bergumam atau sudah mulai merangkai kata-kata, wawasan dari para ahli ini dapat membantu mendorong komunikasi, koneksi, dan kepercayaan diri di setiap langkahnya.
1. Luangkan Waktu untuk Mendengarkan
Fokus pada mendengarkan mungkin terasa aneh bagi kita sebagai orang dewasa yang ingin mengajari anak berbicara, namun ini adalah langkah pertama yang sangat penting. Benar-benar mendengarkan anak dan mengamati tidak hanya suara yang mereka buat ā meski hanya celotehan ā serta bahasa tubuh mereka, akan membantu kita mengidentifikasi di mana, kapan, dan bagaimana membangun peluang belajar bicara dan bahasa dalam keseharian.
"Sebagai contoh aktivitas, setel timer selama lima menit dan cukup dengarkan suara, kata-kata, dan frasa yang dibuat anak Anda, gerakan yang mereka gunakan, dan aktivitas yang sedang mereka lakukan," saran Martinez. "Buat catatan singkat dan tinjau kembali setiap minggu. Anak berkembang sangat pesat, dan menyimpan catatan kebiasaan mereka akan membantu kita memahami kemampuan mereka, memberikan informasi akurat kepada dokter anak atau tim kesehatan, serta menciptakan fondasi untuk meningkatkan kompleksitas bahasa mereka."
2. Jadikan Pekerjaan Rumah Tangga sebagai Kesempatan Belajar
Bahkan tugas rumah tangga yang paling membosankan pun bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak kosakata kepada anak.
"Saat Anda mengendarai mobil, mencuci piring, atau mencuci baju, bicaralah kepada anak tentang apa yang sedang Anda lakukan," katanya. "Misalnya, saat mencuci baju, saya menyebutkan nama pakaian, mencuci pakaian siapa yang sedang kita masukkan ke mesin cuci atau keluarkan dari pengering, dan saya menggunakan kata kerja 'tuang' dan 'masukkan.'"
Hal ini menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar bahwa setiap benda dan tindakan memiliki nama, yang membangun pemahaman mereka tentang cara menggunakan bahasa. "Pastikan Anda merayakan setiap usaha mereka untuk menirukan Anda secara verbal atau memberikan isyarat terhadap langkah berikutnya," ia mendorong.
3. Manfaatkan Perjalanan di Dalam Mobil