Kamis, 28 Mei 2026

Tren Baru Pengencangan Kulit: Hasil Maksimal Tanpa Rasa Sakit Kini Jadi Buruan

Tren industri estetika medis di Indonesia mengalami pergeseran dinamis belakangan ini.

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Industri estetika tanah air mulai mengadopsi teknologi teranyar, salah satunya lewat kehadiran XERF oleh Cynosure Lutronic. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tren industri estetika medis di Indonesia mengalami pergeseran dinamis belakangan ini. 

Para pencinta perawatan kecantikan kini tidak hanya mendambakan hasil wajah yang kencang dan tirus, tetapi juga sangat selektif dalam memilih prosedur. 

Perawatan yang minim rasa sakit dan tanpa waktu pemulihan (zero downtime) kini menjadi standar baru yang paling dicari.

Menangkap fenomena tersebut, industri estetika tanah air mulai mengadopsi teknologi teranyar, salah satunya lewat kehadiran XERF oleh Cynosure Lutronic. 

Teknologi holistic lifting & tightening ini resmi masuk ke Indonesia melalui jaringan klinik terpilih, termasuk Tosca Clinic, yang menjadi satu dari sepuluh klinik pertama di Indonesia yang mengadopsi sistem ini.

Menyasar Lapisan Kulit Terdalam

Selama ini, prosedur pengencangan wajah sering kali diidentikkan dengan rasa cekit-cekit atau panas yang kurang nyaman. Namun, inovasi berbasis dual monopolar radiofrequency ini mencoba mendobrak stigma tersebut.

Energi yang dihasilkan mampu dihantarkan secara presisi hingga ke lapisan SMAS (Superficial Musculoaponeurotic System)—lapisan otot dalam yang krusial untuk menopang kekencangan struktur wajah. 

Tidak hanya mengencangkan, teknologi ini juga diklaim mampu merangsang kolagen untuk memperbaiki tekstur dan kualitas kulit (skin quality) secara menyeluruh.

Medical Head Tosca Clinic, dr. Vina Wang, mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan dari pasien terhadap perawatan yang praktis namun tetap nyaman.

"Pasien kini semakin cerdas. Mereka mencari perawatan pengencangan kulit yang efektif, tetapi menolak jika harus merasakan sakit atau terganggu aktivitasnya karena efek samping pasca-tindakan (downtime)," ujar dr. Vina.

Baca juga: Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Harus Personal, Tak Bisa Disamaratakan

Inovasi Pendingin untuk Kenyamanan Pasien

Salah satu fitur yang membedakan teknologi ini dengan radiofrequency konvensional adalah adanya sistem Advanced Integrated Cooling Delivery (ICD). 

Sistem pendingin terintegrasi ini berfungsi menjaga permukaan kulit tetap dingin dan nyaman selama energi panas dihantarkan ke lapisan dalam kulit.

Menurut Andy Rahardja, Vice President idsMED Aesthetics selaku distributor tunggal teknologi ini di Indonesia, adopsi teknologi medis terbaru ini merupakan langkah strategis untuk merespons pasar contouring yang tumbuh pesat di tanah air.

Hal senada diungkapkan oleh Head of Aesthetics, Marisa Theresia. 

Ia menyebutkan bahwa meskipun teknologi ini belum genap satu tahun diperkenalkan di Indonesia, respons balik dari pasien sangat positif, terutama karena efisiensinya dalam membentuk kontur wajah tanpa mengorbankan kenyamanan.

Melalui kehadiran teknologi-teknologi medis yang semakin humanis dan adaptif, industri estetika di Indonesia tampaknya siap membawa pengalaman perawatan kecantikan ke level berikutnya: sebuah proses merawat diri yang aman, nyaman, dan tanpa harus merasakan sakit.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved