Sabtu, 30 Mei 2026

Idul Adha 2026

Kenapa Daging Kurban Alot? Ini Penyebab Ilmiah dan Cara Mengatasinya

Setelah proses pembagian daging kurban, banyak orang kerap menghadapi masalah yang sama yaitu daging terasa alot hingga keras.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HEWAN KURBAN - Petugas memotong daging hewan kurban di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Setelah proses pembagian daging kurban, banyak orang kerap menghadapi masalah yang sama yaitu daging terasa alot hingga keras, berikut cara mengatasinya. 

Memasak dengan api besar dalam waktu singkat justru dapat membuat protein dalam daging mengeras. 

Sebaliknya, teknik memasak perlahan seperti merebus lama (slow cooking) atau menggunakan panci presto dapat membantu memecah jaringan otot sehingga daging menjadi lebih empuk dan mudah dikunyah.

Penyebab Ilmiah Daging Kurban Alot

Secara ilmiah, kekakuan daging tidak hanya dipengaruhi oleh suhu memasak, tetapi juga oleh perubahan biokimia setelah penyembelihan. 

Pada tahap awal, otot mengalami kekakuan alami akibat habisnya cadangan energi dalam sel otot, sehingga protein berkontraksi dan membuat daging menjadi keras.

Namun kondisi ini sebenarnya bersifat sementara. 

Jika daging didiamkan beberapa jam hingga semalaman sebelum diolah, struktur otot akan mulai melunak secara alami. 

Inilah sebabnya daging kurban yang langsung dimasak sering terasa lebih alot dibandingkan yang sudah 'diistirahatkan'.

Dari sisi gizi, proses memasak juga memiliki pengaruh. Menurut pakar gizi, pemanasan dapat menurunkan sebagian kandungan protein, tetapi justru membuatnya lebih mudah dicerna oleh tubuh. 

Kandungan zat besi dalam daging relatif stabil meskipun mengalami proses pemanasan, sehingga tetap bermanfaat bagi kesehatan.

Cara Mengatasi Daging Kurban agar Empuk

Agar hasil masakan lebih optimal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. 

Salah satunya adalah menggunakan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas. 

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, MSi menjelaskan daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat memecah protein daging, sedangkan nanas mengandung bromelin yang memiliki fungsi serupa.

Caranya cukup sederhana, daun pepaya yang telah dihancurkan dapat dibalurkan ke daging dan didiamkan beberapa saat sebelum dimasak. 

Sementara nanas bisa diparut lalu dioleskan pada permukaan daging untuk membantu melunakkan teksturnya sekaligus memberikan aroma segar, dikutip dari ipb.ac.id.

Selain bahan alami, teknik memasak juga sangat menentukan hasil akhir. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved