Senin, 15 Juni 2026

Berapa Batas Aman Rambut Rontok? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi

Melihat rambut berjatuhan di lantai kamar mandi atau menempel di bantal saat bangun tidur kadang membuat panik.

Tayang:
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
BATAS NORMAL RAMBUT RONTOK - Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Elisabeth Ryan, Sp.DVE memaparkan tanda-tanda kerontokan rambut yang perlu diwaspadai dalam acara Grand Opening & A Warm Welcome Nallura Clinic "Elevating Beauty Redefining Wellness" di Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Kerontokan lebih dari 100 helai per hari dapat menjadi tanda masalah kesehatan rambut yang memerlukan penanganan lebih lanjut.  

Karena itu, ada cara sederhana untuk mengenali apakah kerontokan sudah berlebihan.

"Kalau misalnya bingung, saya gimana ya untuk hitungnya. Kita lihat aja dari genggaman tangan kita. Biasanya bisa lebih dari dua genggaman, itu bisa dikatakan tidak normal," jelasnya.

Artinya, jika rambut yang terkumpul saat mandi, menyisir, atau setelah bangun tidur jumlahnya mencapai lebih dari dua genggaman, kondisi tersebut patut mendapat perhatian.

Jangan Langsung Menyalahkan Sampo

Menurut dr. Elisabeth, banyak orang menganggap semua masalah rambut bisa diatasi dengan mengganti sampo.

Padahal penyebab kerontokan sangat beragam.

"Untuk hair itu kita harus melihat dulu penyebabnya itu apa. Tadi kan penyebabnya banyak. Jadi kita harus tahu dulu penyebabnya apa, baru kita bisa obati secara komprehensif," katanya.

Karena itu, penggunaan sampo anti-rontok belum tentu menyelesaikan masalah apabila akar penyebabnya belum diketahui.

Penyebab Rambut Rontok Ternyata Sangat Banyak

Kerontokan rambut tidak hanya dipengaruhi faktor perawatan dari luar.

Ada banyak faktor yang dapat memicu rambut menipis dan mudah rontok.

Salah satunya adalah stres.

"Stres itu pengaruh banget ke anti-aging, gak ke skin aja tapi ke hair juga," ungkap dr. Elisabeth.

Selain stres, faktor genetik juga berperan besar.

Kemudian terdapat faktor kekurangan nutrisi akibat pola makan yang tidak seimbang.

Menurutnya, diet ketat yang dilakukan secara ekstrem juga bisa memicu kerontokan.

"Nah itu terjadi faktor kelainan dari nutrisi yang tiba-tiba menghilang dalam waktu yang singkat," ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved