Ramuan Alami Bukan Jaminan Aman, Dokter Ingatkan Jamu Tetap Punya Risiko Jika Salah Takaran
Karena berasal dari bahan alami, tidak sedikit orang yang menganggap jamu pasti aman dikonsumsi. Anggapan itu tak sepenuhnya tepat.
Menurut Inggrid, salah satu alasan jamu dipercaya aman adalah karena memiliki bukti empiris yang sangat panjang.
Ramuan-ramuan tersebut telah digunakan oleh banyak generasi dan terdokumentasi baik secara lisan maupun tulisan.
Pengetahuan itu diwariskan melalui kitab-kitab pengobatan tradisional, tradisi lisan, hingga berbagai penelitian etnofarmasi, etnobotani dan etnofarmakologi.
Karena telah digunakan dalam waktu yang sangat lama, banyak ramuan tradisional memiliki catatan pengalaman penggunaan yang jelas.
Namun catatan tersebut tetap mensyaratkan penggunaan yang sesuai.
Mulai dari jenis bahan yang digunakan, cara pengolahan, hingga takaran konsumsinya.
Jika salah satu tahapan tersebut berubah, hasil yang diperoleh juga bisa berbeda.
Salah Pilih Tanaman Bisa Menimbulkan Masalah
Kesalahan yang sering dianggap sepele adalah pemilihan bahan baku. Tidak semua orang memiliki pengetahuan yang cukup untuk membedakan berbagai jenis tanaman obat.
Padahal setiap tanaman memiliki kandungan dan manfaat yang berbeda.
Begitu pula kualitas bahan yang digunakan.
Bahan yang tidak segar, terkontaminasi, atau tidak dibersihkan dengan baik dapat memengaruhi kualitas jamu yang dihasilkan.
Karena itu masyarakat perlu memastikan bahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan ramuan yang akan dibuat.
Produksi yang Tidak Higienis Juga Berisiko
Selain bahan baku, faktor kebersihan juga menjadi perhatian penting.
Menurut Inggrid, masyarakat sering kali tidak mengetahui bagaimana proses pembuatan jamu yang mereka beli.
Padahal kebersihan alat, wadah, maupun lingkungan produksi berperan besar terhadap keamanan produk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dr-inggrid-tania.jpg)