Pemilu 2024

PSI Dinilai Kurang Adaptif Sambut Pemilu 2024 dengan Dominasi Pemilih Muda

PSI dinilai belum mencapai ranah untuk bersaing dalam level kompetisi partai merebut suara anak muda dalam persaingan menuju 2024. 

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha saat sambutan acara puncak peringatan HUT Ke-7 PSI di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (22/12/2021). PSI menurut Ketua Departemen Politik dan Perubahan CSIS Arya Fernandes belum mencapai ranah untuk bersaing dalam level kompetisi partai merebut suara anak muda di 2024. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam persaingan menuju 2024 mendatang, level kompetisi partai merebut suara anak muda akan dirasa begitu keras dan tinggi.

Apalagi mengingat berdasarkan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), 54 persen pemilih pada tahun 2024 nanti berasal dari kalangan Generasi Milenial dan Z.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dirasa oleh Ketua Departemen Politik dan Perubahan CSIS Arya Fernandes justru belum mencapai ranah tersebut untuk bersaing.

Padahal PSI dikenal sebagai partai yang menciptakan banyak kalangan muda di dalamnya.

Arya menjelaskan, kalangan muda saat ini begitu dinamis dan memperhatikan banyak isu yang lebih luas.

Sehingga PSI yang saat ini masih hanya bergerak dalam isu toleransi dan anti korupsi menunjukkan ihwal partai yang kini diketuai oleh Giring Ganesha ini dirasa tidak bergerak cepat dalam beradaptasi.

“Ya ini kan dinamis ya, sementara sejauh ini PSI inovasinya tidak terlalu kelihatan. Inovasinya enggak cepat, eggak adaptif dengan perubahan-perubahan,” ujar Arya kepada Tribunnews, Rabu (28/9/2022).

“Nah PSI kan isunya cuma anti toleransi sama anti korupsi. Sementara sekarang anak muda dinamis. Dinamikanya, dinamisasinya tinggi sekali, isu kesehatan, kesejahteraan, ketenagakerjaan, lingkungan,” tambah Arya.

Lebih lanjut, Arya mengatakan partai-partai lain pun juga punya konsentrasi yang sama pada anak muda, sehingga hal ini bakal membuat persaingan semakin ketat.

“Partai-partai lain itu juga punya konsen pada isu anak muda. Misalnya tadi Demokrat, program 30 persen pengurusnya yang muda, PKB juga pengurusnya yang muda. Partai-partai ini sadar juga bahwa anak muda ini penting dan mereka punya infrastruktur politik yang mantap,” jelasnya.

Baca juga: Peneliti CSIS Arya Fernandes: Kecil Kemungkinan Partai Baru Menang di Pemilu 2024

Ditambah lagi, partai-partai besar disebut Arya sudah jauh berpengalaman dibandingkan PSI yang terhitung baru.

“Nah caleg-calegnya juga sudah punya pengalaman panjang itu yang membuat susah bagi partai PSI itu meskipun ia kampanyekan. Caleg punya pengalaman panjang itu yang membuat susah bagi partai seperti PSI itu meskipun mengkampanyekan modal untuk bisa bertahan,” tegas Arya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu CSIS merilis survei terkait pemilih muda pada pemilu 2024 mendatang.

Dalam survei tercatat, isu yang menjadi perhatian anak muda jauh lebih beragam.

Adapun isu-isu tersebut terkit kesejahteraan masyarakat, lapangan kerja, pemberantasan korupsi, demokrasi dan kebebasan sipil, kesehatan, hingga lingkungan hidup.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved