Jumat, 29 Agustus 2025

Pilpres 2024

Isu Penjegalan Anies Baswedan: Tudingan pada Jokowi, Kekhawatiran Demokrat, hingga Pesan Mahfud MD

Muncul isu penjegalan Anies Baswedan agar tak maju pada Pilpres 2024. Jokowi dituding terlibat dalam upaya menjegal Anies.

TRIBUNNEWS.com Irwan Rismawan dan Jeprima/YouTube Sekretariat Presiden dan Kemenko Polhukam RI
Anies Baswedan dan Surya Paloh (atas) - Jokowi, AHY, dan Mahfud MD (kiri-kanan bawah). Muncul isu penjegalan Anies Baswedan agar tak maju pada Pilpres 2024. Jokowi dituding terlibat dalam upaya menjegal Anies. 

TRIBUNNEWS.com - Isu penjegalan terhadap calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, berembus kencang.

Bahkan, Juru Bicara Capres di Tim Delapan Koalisi Perubahan, Sudirman Said, mengungkapkan narasi penjegalan terhadap Anies Baswedan mulai terasa.

Satu di antaranya, kata Sudirman, adalah perihal isu dugaan korupsi Formula E yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap muncul ke publik.

Padahal, belum terbukti adanya dugaan pelanggaran pidana oleh Anies Baswedan.

"Walaupun 19 kali gelar perkara itu tidak ada bukti itu (dugaan Anies Baswedan melanggar) dan dicari hal-hal yang mboten-mboten (tidak-tidak) lainnya," ujar Sudirman dalam konferensi pers di markas Koalisi Perubahan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2023).

Anies Baswedan sendiri sebelumnya juga telah menyampaikan kekhawatiran soal isu penjegalan dirinya.

Baca juga: Kekhawatiran Demokrat pada Anies hingga Desak Umumkan Cawapres: Isu Penjegalan, Tak Banyak Waktu

Beberapa waktu lalu, Anies Baswedan mengaku mendengar kekhawatiran masyarakat terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan cawe-cawe (ikut campur) dalam Pemilu 2024.

"Ada yang mengungkapkan kekhawatiran penjegalan, kriminalisasi, tidak netral penyelanggaraan pemilu, caleg, parpol, capres, mendapat perlakuan tidak fair," ungkapnya, Selasa (30/5/2023).

Anies pun berharap hal yang dikhawatirkannya itu tidak terjadi.

Ia berharap proses Pemilu 2024 bisa berlangsung jujur dan adil.

"Kami harap kekhawatiran itu tidak benar. Pemilu tetap seperti semula."

"Pelaksanaan yang baik dan prinsip demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, mengajak masyarakat mari bersama menyambut proses demokrasi," urainya.

Diketahui, sejumlah pihak ikut bicara soal isu penjegalan terhadap Anies Baswedan, termasuk Demokrat yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.

Tak hanya itu, Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, hingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, turut buka suara.

Tuduhan pada Jokowi

Denny Indrayana dan Joko Widodo.
Denny Indrayana dan Joko Widodo. (Kolase Tribunnews.com)
Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan