Jumat, 29 Agustus 2025

Pilpres 2024

Duduk Perkara NasDem vs Demokrat, Saling Serang soal Cawapres Anies, Buntut Elektabilitas Jeblok

NasDem vs Demokrat, berawal dari turunnya elektabilitas Anies Baswedan hingga kini saling serang soal penentuan cawapres.

Kolase Tribunnews.com
Ketua Bappilu DPP Demokrat, Andi Arief; Anies Baswedan; dan Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali. NasDem vs Demokrat, berawal dari turunnya elektabilitas Anies Baswedan hingga kini saling serang soal penentuan cawapres. 

"Kalau jarak sudah cukup menganga (jauh), itu pasangannya (cawapres) juga akan berat."

"Tapi, kalau harus segera dilakukan deklarasi berpasangan supaya rakyat dan basis-basis pemilih partai maupun mereka yang mau perubahan itu yakin dan mulai bergerak dan menaikkan kembali elektabilitas Pak Anies," urainya.

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, meminta Andi Arief supaya tunduk pada keputusan ketum parpol Koalisi Perubahan yang tertuang di piagam kerja sama.

Ali menilai, sikap seperti Andi Arief justru bisa menurunkan elektabilitas Anies Baswedan dan partai pengusungnya.

Baca juga: Mahfud MD Akui Minta Denny Indrayana Jaga Anies Maju Capres, Tak Ingin Pemerintah Dituduh Mengganjal

"Pak Andi harusnya memegang teguh apa yang ditandatangani, yang disepakati oleh Ketumnya di piagam koalisi," kata Ahmad Ali, Selasa (6/6/2023).

Ia juga mengimbau kepada Demokrat agar tidak menekan Anies Baswedan untuk segera menentukan cawapres dan mengumumkannya.

Ahmad Ali kembali mengingatkan, kesepakatan parpol Koalisi Perubahan adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan soal cawapres.

"Kita harus jaga kekompakan, melakukan konsolidasi, tidak usah cawe-cawe, cawapres biarkan Anies, mandat sudah diserahkan kepada dia," tuturnya.

Tak hanya itu, Ahmad Ali juga mengingatkan Demokrat, kesepakatan masing-masing parpol di Koalisi Perubahan adalah tak memberi batasan waktu pada Anies Baswedan dalam mengumumkan cawapres.

Menurutnya, desakan kepada Anies Baswedan bisa menimbulkan persepsi Demokrat tengah menekan Anies.

"Tapi, kalau selalu memberikan tekanan seperti itu, justru orang kemudian akan melihat bahwa ini semacam satu ancaman, tekanan."

"Padahal di koalisi itu tidak ada limitasi waktu 'kan untuk melaksanakan harus mendeklarasikan pasangan itu," pungkasnya.

Demokrat Terus Desak Anies Baswedan

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekretariat Bersama (Sekber) Kuning Ijo Biru (KIB) pendukung Anies Baswedan menggelar jumpa pers usai berdiskusi di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2023). AHY mengaku tidak memaksakan diri untuk menjadi cawapres dari Anies Baswedan. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekretariat Bersama (Sekber) Kuning Ijo Biru (KIB) pendukung Anies Baswedan menggelar jumpa pers usai berdiskusi di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2023). AHY mengaku tidak memaksakan diri untuk menjadi cawapres dari Anies Baswedan. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Tak hanya Andi Arief, Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga mendesak Anies Baswedan untuk segera menentukan dan mengumumkan cawapresnya.

Ia mengaku khawatir Koalisi Perubahan pecah dan Anies Baswedan akan dijegal jika tak segera mengumumkan cawapres.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan