Pilpres 2024
CSIS: Isu Rivalitas AS-Tiongkok Hingga Pembenahan Instrumen Diplomasi Hilang Dalam Debat Capres 2024
CSIS Indonesia isu strategi politik luar negeri Indonesia menghadapi rivalitas kekuatan-kekuatan besar dunia tidak muncul dalam Debat Capres.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Adi Suhendi
Secara umum, menurutnya semua capres berusaha untuk menunjukkan performa terbaiknya.
Ia mencatat, Ganjar tampil lebih siap dengan membawa data-data ketika terlibat dalam debat.
Selain itu, kata dia, calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan juga terlihat menyiapkan diri secara lebih baik walaupun awalnya sudah menyerang calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dengan mengangkat isu pembelian alutsista bekas dan isu food estate.
"Pak Prabowo di dalam paparannya di awal di sesi menyampaikan visi dan misi, sama seperti yang pernah disampaikan di CSIS ini. Beliau secara konsisten menyebutkan good neighbourhood policy. Seribua kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," kata dia.
Namun, menurutnya pernyataan Prabowo tidak sinkron karena dilanjutkan dengan pernyataan-pernyataan yang sangat nasionalistik dalam sesi berikutnya.
Pernyataan tersebut, kata dia, di antaranya tentang pentingnya melindungi kekayaan Indonesia dari potensi pencurian kekayaan alam dan perlunya Indonesia menjadi negara yang kuat.
"Nanti di dalam rentetan debatnya terlihat bahwa Pak Prabowo seringkali mengatakan data paslon lain salah tapi tidak memberikan data pembanding," kata dia.
"Dan sedikit banyak, kami juga sepakat bahwa aksi saling serang antara Pak Prabowo dan Pak Anies dimanfaatkan dengan baik oleh Pak Ganjar sehingga bisa menggunakan waktu yang ada untuk lebih mengebalorasi poin-poin rencana kebijakannya. Seperti rencana kebijakan sibernya, benteng pertahanan nusantara, dan sebagainya," sambung dia.
Selain itu, kata dia, secara umum situasi Palestina sempat dibahas walaupun elaborasinya cenderung sedikit.
Namun ia menyayangkan Prabowo hanya menggunakannya sebagai contoh korban penindasan.
"Kemudian diangkat juga terutama oleh paslon Anies dan Ganjar tentang ancaman keamanan siber, walaupun Anies lebih mencoba 'membumikan' dengan menyebut ancaman untuk rumah tangga, penipuan lewat digital terhadap ibu-ibu dan sebagainya," kata dia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.