Rabu, 22 April 2026

Pilpres 2024

150 Usahawan Mikro Dapat Bimbingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha

Program ini diikuti 150 peserta dari kalangan usahawan muda ultra mikro untuk mendapatkan bimbingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

handout
Program Relawan Menjemput UMKM di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (8/1/2024). Kegiatan ini diisi dialog dan dialog UMKM dan memberikan bimbingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasiolan Eko Purwanto

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Aktivis 98 Lukman Hakim Pilliang (Lukman) bersama Rumah Bersama Pelayan Rakyat (RBPR) Jakarta menggelar Program Relawan Menjemput UMKM di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (8/1/2024).

Program ini diikuti 150 peserta dari kalangan usahawan muda ultra mikro untuk mendapatkan bimbingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Lukman, menyatakan pelaku usaha muda ultra mikro sejatinya adalah orang-orang terpilih dan memiliki mental yang kuat. Hal ini diperkuat dari beragam survei.

“Berdasar data UNDP 2019 sebenarnya terdapat sekitar 81 persen anak muda berminat untuk membuka usaha. Namun, hanya 8 persen yang berusaha dan berdasar data Sakernas 2021 dari pelaku usaha muda sekitar 69,4 persen beroperasi dengan tenaga sendiri. Hal ini membuktikan mereka adalah orang terpilih dan bermental kuat”, ujarnya.

Lukman yang juga dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta menyatakan, kegiatan berusaha di pemuda adalah salah satu jalan keluar untuk menurunkan tingkat pengangguran dan mereka adalah pelaku dari bonus demografi untuk itu diperlukan penguatan edukasi SDM usaha. Sehingga, mereka akan menjadi tuan rumah dari perputaran perekonomian.

Dia mengatakan, berdasar data beragam sumber bonus demografi 2030 jumlah pemuda sekitar 75 juta, dan saat ini angka Not in Employment, Education or Training (NEET) dari tahun 2015-2020 justru dalam posisi hampir sama sekitar 24,28 persen.

"Data ini menujukkan ancaman suramnya masa depan pemuda kita. Kegiatan usaha adalah salah satu jalan keluar agar mereka mandiri dan hal ini perlu sekuat tenaga, bersama-sama kita wujudkan agar sukses mencapai apa yang kita inginkan. Menjadi tuan rumah di negerinya sendiri” ujarnya.

Baca juga: Terima Relawan Anies-Muhaimin di TikTok, Timnas AMIN Pastikan Pergerakan Kampanye Secara Organik

Lukman yang juga aktivis 98 menyampaikan, pelibatan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi untuk berdiskusi tentang masa depan mereka dan memberikan gambaran pentingnya wawasan entrepreneurship serta menularkan ke rakyat adalah tindakan yang penting dilakukan.

Terbukti selama terjun bersama di dalam Program Relawan Menjemput UMKM, telah didapatkan problem yang sangat disayangkan hampir merata terjadi.

Dia menilai, pelaku usaha muda ultra mikro sangat minim mendapatkan bimbingan penguatan edukasi usaha dan belum memahami kegunaan dan manfaat NIB.

“Kami bersama mahasiswa-mahasiswi di ruang-ruang menara gading perguran tinggi berdiskusi dan terjun langsung berdasar keilmuan yang dimiliki menularkan penguatan pelaku usaha muda ultra mikro."

"Mereka mendapati pengalaman sendiri, menemukan problem langsung sesamanya anak muda diantaranya minim sosialisasi kegunaan dan manfaat NIB serta butuh bimbingan berusaha” ujarnya.

Baca juga: Gerakan Aktivis 98 Soroti Penganiayaan Relawan Pilpres 2024

Dalam kesempatan yang sama. Koordinator Nasional KAPT Bambang J Pramono menyampaikan minimnya sosialisasi NIB dan bimbingan berusaha juga terjadi di berbagai daerah khususnya pelaku usaha ultra mikro khususnya pelaku usaha muda.

“Kami, menemukan hal serupa- minimnya sosialisasi manfaat dan keguaan NIB di berbagai daerah khususnya pelaku usaha muda ultra mikro. Sangat disayangkan memang kondisi ini terjadi” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved