Jumat, 29 Agustus 2025

Pilkada Serentak 2024

Bursa Pilkada Solo, Popularitas Kaesang Tertinggi Kalahkan Wakil Gibran, tapi Elektabilitas Kalah

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menjadi sosok dengan popularitas tertinggi dalam bursa calon Wali Kota Solo.

Instagram
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menjadi sosok dengan popularitas tertinggi dalam bursa calon Wali Kota Solo dalam Pilkada Serentak 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menjadi sosok dengan popularitas tertinggi dalam bursa calon Wali Kota Solo dalam Pilkada Serentak 2024.

Popularitas Kaesang mengalahkan Wakil Wali Kota Solo saat ini, Teguh Prakosa.

Selain itu, secara popularitas Kaesang juga lebih unggul dari Mangkunegara X, Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo atau Gusti Bhre.

Hal itu tersaji dalam hasil survei Solo Raya Polling yang dilakukan pada 8-17 Maret 2024.

Secara popularitas, Kaesang mendapat angka 92,9 persen.

Teguh Prakosa mendapat 92,7 persen.

Sementara Gusti Bhre berada di urutan ketiga dengan 78,5 persen.

Meski begitu, secara elektabilitas Kaesang kalah dari Teguh maupun Gusti Bhre.

"Elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wali kota adalah Teguh dengan 35,3 persen, Gusti Bhre 25,3 persen, dan Kaesang 14,1 persen," ungkap Ketua Solo Raya Polling, Suwardi, melalui keterangan tertulis, Kamis (28/3/2024).

Adapun survei ini dilakukan terhadap 640 responden yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Solo.

Baca juga: Putra Jokowi Legowo PSI Tak Lolos Senayan, Kaesang: Kami Akan Fokus Memenangkan Pilkada

Mungkinkah Kaesang Jadi Suksesor Gibran?

Meski memiliki popularitas tinggi, Kaesang dinilai belum tentu maju di Pilkada Solo 2024.

Suwardi menilai, hal itu tidak terlepas dari jabatan politik yang saat ini diembannya sebagai Ketua Umum PSI.

"Walaupun di tingkat nasional itu tidak lolos ambang batas parlemen, tetapi Mas Kaesang ini makomnya sudah tidak di wali kota. Ya makomnya itu di tingkat nasional. Apakah jadi menteri atau jadi apa," ungkap Suwardi, dikutip dari Tribun Solo.

Selain itu, jika Kaesang tetap nekat terjun dalam Pilkada Solo, maka resistensi masyarakat terhadap tudingan politik dinasti keluarga Jokowi dinilai akan semakin tinggi.

"Sama tingginya ketika nanti beliau jadi menteri. Tetapi jika beliau jadi menteri itu akan memperoleh panggung politik atau gain selama 5 tahun dan juga menguasai sumber daya yang ada di kementerian yang ia pimpin," tambahnya.

Sebagai ketum parpol, Kaesang dinilai bakal lebih mementingkan urusan partai ketimbang memenuhi hasrat jadi penerus kakaknya sebagai Wali Kota Solo.

PSI saat ini belum bisa memasukan kadernya ke senayan.

Itu setelah PSI tidak mampu melampaui ambang batas parlemen.

PSI memperoleh 4.260.169 atau 2,806 persen suara. 

"Sehingga cukup penting itu (kepentingan partai) di dalam rangka membesarkan partainya Mas Kaesang daripada mengambil posisi di Solo," ucap dia.

"Sehingga saya tidak yakin Mas Kaesang mencalonkan walikota Solo," pungkasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Popularitas Tinggi, Kaesang Belum Tentu Maju Pilkada Solo, Pengamat Singgung Politik Dinasti Jokowi.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan