Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilkada Serentak 2024

Profil Gusti Bhre Bakal Calon Wali Kota Surakarta Diusung PSI, Jadi Raja saat Masih Berusia 24 Tahun

Gusti Bhre ditetapkan sebagai penerus tahta Kadipaten Mangkunegaran ke-10 pada 1 Maret 2022 dan dinobatkan tanggal 12 Maret 2022.

|
Penulis: Dewi Agustina
Wikipedia
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X atau Bhre Chakrahutomo Wira Sudjiwo alias Gusti Bhre bakal maju sebagai calon Wali Kota Surakarta di Pilwakot Surakarta 2024 setelah diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengageng Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X atau Bhre Chakrahutomo Wira Sudjiwo atau akrab disapa dengan nama Gusti Bhre maju sebagai calon Wali Kota Surakarta di Pilwakot Surakarta 2024 setelah diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pemberian rekomendasi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep setelah laga sepak bola persahabatan antara DPD PSI Kota Surakarta Vs Pura Mangkunegaran di Stadion Sriwedari Surakarta, Minggu (21/7/2024) sore.

Baca juga: Dipasangkan dengan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel, Riza Patria Ngaku Bakal Bagi-bagi Tugas

Setelah pertandingan tersebut, Kaesang Pangarep memberikan rekomendasi secara simbolis dengan jersey berwarna putih dengan gambar lambang PSI yakni bunga Mawar kepada KGPAA Mangkunegara X.

Rekomendasi calon Wali Kota Surakarta yang dilakukan oleh PSI kepada Gusti Bhre tersebut menjadi yang pertama dalam kontestasi Pilwakot Surakarta 2024.

"Sesuai permintaan dan keputusan teman-teman di DPD PSI Kota Surakarta, saya selaku Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ingin memberikan rekomendasi untuk Kanjeng Gusti sebagai bakal calon Wali Kota Surakarta periode 2024-2029," ungkap Kaesang Pangarep sembari memberikan jersey berlambang PSI.

Lalu Siapakan Gusti Bhre?

Profil

Mengutip Kompas.tv, GPH Brhe atau Gusti Bhre adalah putra GPAA Mangkunegara IX dari istri kedua atau permasuri GKP Prisca Marina Yogi Supardi.

Dia lahir pada 29 Maret 1997 dan masih lajang atau belum menikah.

Gusti Bhre ditetapkan sebagai penerus tahta Kadipaten Mangkunegaran ke-10 pada 1 Maret 2022 dan dinobatkan tanggal 12 Maret 2022, bertepatan dengan penanggalan Jawa di hari Sabtu Pahing, 8 Ruwah 1955 Alip.

Saat dinobatkan menjadi raja, GPH Brhe masih berusia 24 tahun.

Baca juga: Pilkada 2024 di Tangerang Diharapkan Jadi Pertarungan Ide, Bukan Adu Baliho yang Jadi Sampah Visual

Kakaknya perempuan bernama GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo.

Dia juga memiliki dua kakak tiri dari istri pertama KGPAA Mangkunegara IX, Sukmawati Soekarnoputri.

Kakak tiri GPH Bhre, yakni GPH Paundrakarna Sukma Putra dan GRA Putri Agung Suniwati (Menur).

Gusti Bhre adalah adalah penguasa Kadipatèn Mangkunegaran dan putra dari KGPAA Mangkunegara IX yang mangkat pada 13 Agustus 2021.

Gusti Bhre ditetapkan sebagai penerus tahta Kadipaten Mangkunegaran ke-10 pada 1 Maret 2022 dan dinobatkan tanggal 12 Maret 2022, bertepatan dengan penanggalan Jawa di hari Sabtu Pahing, 8 Ruwah 1955 Alip.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyerahkan jersey kepada Gusti Bhre sebagai simbol rekomendasi calon Wali Kota Surakarta dalam Pilwakot Surakarta 2024 di Stadion Sriwedari Surakarta, Minggu (21/7/2024).
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyerahkan jersey kepada Gusti Bhre sebagai simbol rekomendasi calon Wali Kota Surakarta dalam Pilwakot Surakarta 2024 di Stadion Sriwedari Surakarta, Minggu (21/7/2024). (TRIBUN SOLO/ANDREAS CHRIS)

Kehidupan Pribadi

Mengutip Wikipedia, Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan putra kedua (bungsu) dari Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX dan Gusti Kangjeng Putri Mangkunegara IX.

Dari silsilah garis ibu, Gusti Bhre (sebutan sehari-hari) merupakan cucu dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Yogi Supardi yang merupakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia Untuk Jepang Ke-10 (1987-1991).

Jenderal TNI (Purn) Yogi Supardi juga pernah menjabat sebagai Pangdam XVI/Udayana (1972-1974), dan Sekjen Departemen Pertahanan dan keamanan (1983-1987).

Dari ibundanya, Gusti Bhre memiliki kakak kandung perempuan bernama Gusti Raden Ajeng (GRA) Ancillasura Marina Sudjiwo.

Baca juga: Gusti Bhre Dapat Dukungan Relawan Gibran Jadi Calon Wali Kota Solo

Dari ibu tirinya, Sukmawati Soekarnoputri, ia memiliki dua saudara seayah: Gusti Pangeran Harya Paundrakarna Jiwo Suryonegoro (Gusti Paundra, kakak laki-laki tertua) dan Gusti Raden Ajeng Putri Agung Suniwati (Gusti Menur, kakak perempuan).

Ia menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2019.

Sebelum dinobatkan sebagai Pengageng Pura (penguasa istana), Gusti Bhre telah terlibat dalam beberapa aktivitas Pura Mangkunegaran, seperti sebagai Cucuk Lampah pada tradisi Kirab Pusaka malam 1 Sura dan Mangkunegaran Jazz Festival 2019.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X atau Bhre Chakrahutomo Wira Sudjiwo alias Gusti Bhre bakal maju sebagai calon Wali Kota Surakarta di Pilwakot Surakarta 2024 setelah diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X atau Bhre Chakrahutomo Wira Sudjiwo alias Gusti Bhre bakal maju sebagai calon Wali Kota Surakarta di Pilwakot Surakarta 2024 setelah diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Wikipedia)

Alasan Terpilihnya GPH Bhre

GPH Bhre memiliki kakak tiri laki-laki, yaitu GPH Paundrakarna Sukma Putra.

Namun GPH Paundrakarna justru tidak terpilih menjadi Mangkunegara X.

Dilansir Kompas.com, Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran KRMT Lilik Priarso menyampaikan bahwa penunjukan GPH Bhre berdasarkan hasil musyawarah antar keluarga dan sederet dalem Puro Mangkunegaran.

Selain itu Lilik menyampaikan bahwa Pura Mangkunegaran masih memegang paugeran "adat istiadat" Kerajaan Mataram, seperti diberitakan Kompas.com.

Baca juga: PSI Bereaksi Elektabilitas Kaesang 1 Persen, PDIP Kaget Survei Ahok Tempel Anies di Pilkada Jakarta

Dia mengatakan penerus tahta Pura Mangkunegaran seusai wafatnya KGPAA Mangkunegara IX harus anak laki-laki.

Lebih diutamakan putra laki-laki dari permaisuri atau prameswari dalem.

"Sudah mengerucut pada pranata adat yang kita anut. Suksesi itu akan dipegang oleh putro kakung dari Prameswari," kata Lilik di Pura Mangkunegaran Solo 17 Maret 2022.

Penobatan

Dinamika pra-penobatan

Pemilihan Gusti Bhre sebagai Adipati Pura Mangkunegaran menghadapi lika-liku.

Sebagai anak laki-laki dari putri permaisuri (garwa padmi), ia merupakan kandidat utama.

Namun tradisi pemilihan penguasa Mangkunegaran tidak mengikuti aturan demikian secara kaku.

Muncullah nama GPH Paundrakarna sebagai anak laki-laki tertua dari KGPAA. Mangkunegara IX, meskipun ia bukanlah anak dari permaisuri karena ibunya telah bercerai dari Mangkunegara IX sebelum Mangkunegara IX naik tahta.

Selain GPH Paundrakarna, muncul pula nama Kanjeng Roy (KRMH Roy Rahajasa Yamin) yang merupakan sepupunya yang adalah putra tertua dari kakak perempuan mendiang KGPAA Mangkunegara IX.

Selain soal isu urutan suksesi, Gusti Bhre juga dihadapkan pada isu keyakinan agamanya.

Sebagai penerus salah satu dinasti keturunan Mataram, penguasa haruslah beragama Islam.

Meskipun tidak ada yang menyuarakan secara terbuka, Gusti Bhre merupakan seorang penganut Katolik.

Meski demikian, Gusti Bhre diketahui telah berpindah dari Katolik menjadi Islam sebagai mualaf, sehingga sudah sesuai dengan paugeran atau aturan naik tahta sebagai Adipati dan kemudian dilantik sebagai KGPAA. Mangkunegara X.

Semua isu ini kemudian selesai setelah beredarnya pengumuman dari perwakilan kerabat inti yang ditandatangani oleh dua orang saudara ayahnya, GRAy Retno Satuti Suryohadiningrat (Gusti Nuk) dan GRAy.

Retno Rosati Notohadiningrat (Gusti Roos), yang pada intinya adalah menyetujui Gusti Bhre sebagai penerus Pengageng Pura.

Upacara Penobatan

Upacara penobatan KGPAA Mangkunegara X dilaksanakan pada hari Sabtu Pahing, tanggal 12 Maret 2022 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran.

Penobatan dilakukan oleh GKP Mangkunegara IX dilanjutkan dengan pembacaan sumpah setia dan pidato sambutan oleh KGPAA. Mangkunegara X.

Upacara ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, tiga penguasa pewaris tahta Mataram lainnya (Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan KGPAA. Paku Alam X), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Seusai pengambilan janji setia, dilanjutkan dengan pementasan Beksan (tarian) Bedhaya Anglir Mendhung, tarian yang diciptakan untuk mengingat perjuangan KGPAA Mangkunegara I melawan VOC sampai berdirinya Kadipaten Praja Mangkunegaran.

Prestasi

GPH Bhre merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Dari laman resmi Puro Mangkunegaran diketahui dia pernah meraih prestasi di kancah internasional.

Pada 2018 GPH Bhre dan timnya mendapat gelar Champion pada sesi final Pre-Moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot yang ke-10 di Praha, Republik Ceko.

Dia mengikuti Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (Vis Moot) dengan posisi timnya di ranking 4 dari 53 tim.

Itu adalah pertandingan pengadilan semu yang diselenggarakan oleh Pace Law School, Vis Moot Foundation dan United Nations Commission on International Trade Law.

Pre-moot adalah pemanasan para peserta untuk memperbaiki argumen dan latihan tanding sebelum terjun ke ajang Vis Moot.

Pre-moot diikuti oleh 30 universitas dari seluruh dunia dan merupakan salah satu kegiatan pre-moot paling bergengsi di Eropa.

Sebagai generasi milenial, GPH Bhre berpandangan bahwa kebudayaan menjadi harga diri dan identitasnya.

"Saya menyadari bahwa Pura Mangkunegaran memiliki warisan budaya luhur yang tidak serta merta, dapat diturunkan secara biologis. Namun, berusaha mlampahaken (menjalankan), sebagai dapat diwariskan pada generasi yang akan datang," ujar GPH Bhre, dikutip Kompas.com.

Menurutnya kebudayaan terikat dengan kegiatan sehari-hari, mulai dari cara menjalankan hidup, cara makan, berpakaian, berbicara, berkesenian, juga apa yang dihasilkan.

"Saya mengajak seluruh insan masyarakat dan masyarakat indonesia, khususnya Surakarta. Bersama-sama mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan kepada kita, melestarikan, dan terus mengembangkan kebudayaan Mangkunegaran," kata GPH Bhre.

Sumber: (TribunSolo.com) (Kompas.com) (Wikipedia)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan