Ramadhan 2011
Jelang Puasa, Harga Sayur Mayur Melambung
Humas PD Pasar Jaya, Yohanes, mengatakan, kenaikan harga ini dipicu adanya permintaan pasar yang tinggi namun suplai barang yang kurang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa hari menjelang bulan Ramadhan 1432 H, harga sayur mayur di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, mulai melambung. Dikabarkan kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan lalu.
Pantauan Tribunnews.com, Jumat (22/7/2011) di Pasar Induk Kramatjati, sejumlah harga yang mulai naik ini antara lain adalah cabe merah besar, naik dari Rp 6200 per kilogram menjadi Rp 8600 per kilogram. Cabe rawit hijau dari Rp 3200 menjadi Rp 4000 per kilogram, casim dari Rp 1700 menjadi Rp 2000 per kilogram, wortel dari Rp 3500 menjadi Rp 4000.
Tak hanya itu, umbi dan kacang juga turut merangsek naik. Seperti untuk ubi jalar naik dari Rp 2500 menjadi Rp 2900 per kilogram. Kemudian singkong dari Rp 1300 menjadi Rp 1700 per kilogram, kacang tanah dari Rp 13.300 menjadi Rp 14300 per kilogram.
Humas PD Pasar Jaya, Yohanes, mengatakan, kenaikan harga ini dipicu adanya permintaan pasar yang tinggi namun suplai barang yang kurang. Sehingga terjadilah hukum permintaan atau pasar. Kemudian, masalah dalam proses pendistribusian juga turut menjadi pemicunya. Diketahui, di jalur pantai utara (Pantura), masih banyak terdapat perbaikan jalan dan jembatan yang rusak. Sehingga waktu pendistribusian jadi molor dan menambah biaya.
"Kami juga melihat, kadang ada ulah spekulan yang memainkan harga. Akibatnya ketika harga barang di Pasar Induk stabil, tapi di tempat eceran masih tinggi. Perlu diingat juga bahwa siklus tahunan jelang puasa dan lebaran juga jadi pemicu naiknya harga-harga sayur mayur," papar Yohanes.
Selanjutnya ia menyebutkan, pasokan sayur mayur di Pasar Induk sebenarnya cenderung mengalami peningkatan jika dibanding pekan lalu. Misalnya, untuk kol bulat semula 93 ton per hari kini naik menjadi 105 ton. Kemudian, bawang putih dari 11 ton menjadi 27 ton, seluruh jenis cabe semula 198 ton, kini naik jadi 202 ton. Wortel dari 16 ton menjadi 64 ton, daun bawang dari 10 ton menjadi 27 ton, daun seledri dari 2 ton menjadi 6 ton.
Kendati begitu, ada juga yang pasokannya menurun. Misalnya bawang merah dari 133 ton jadi 130 ton, bawang merah inmport dari 58 ton jadi 8 ton, cesim dari 43 ton jadi 28 ton, tomat dari 101 ton jadi 63 ton, kentang dari 119 ton menjadi 110 ton.
Ia memastikan, kendati sejumlah barang pasokannya mengalamii fluktuasi, stok akan aman hingga lebaran mendatang. Terlebih daerah pemasuk sayur mayur ini sangat banyak, mulai dari sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur hingga Lampung.