Model Cantik Tewas di Apartemen
Della Gemar Berpakaian Seksi
Satu fakta lain terungkap, Della gemar mencari hiburan ke tempat dunia gemerlap malam, dan mengenakan pakaian seksi.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Para sahabat Della Caroline (34 tahun), model cantik yang tewas di kamar apartemen seorang pria kebangsaan India di Jakarta, masih meragukan penyebab kematian karena keracunan minuman keras yang dioples.
Di beberapa titik tubuh korban ditemukan luka tusukan kecil, sepertinya menggunakan jarum. Satu fakta lain terungkap, Della gemar mencari hiburan ke tempat dunia gemerlap malam, dan mengenakan pakaian seksi.
Mengenai cara berpakaian Della ini dikemukakan Yusri, sahabat dan tetangga Della. Yusri mengakui kalau Della suka memakai baju yang seksi. Namun menurutnya pakaian seksi yang dikenakan Della masih dalam tahap wajar.
"Dia bergaul enggak mandang siapa pun. Enggak ada rasa gengsi. Enggak malu jalan sama saya ke tempat hiburan," ujar Yusri kepada TRIBUNnews.com yang menemuinya di pekuburan umum Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (5/8).
Lebih lanjut, Yusri menceritakan dia sempat membaca SMS yang diterima Della dari Kumar Bipin, seseorang yang disebut-sebut bersama Della sebelum model majalah dewasa itu ditemukan meninggal dunia, Minggu dini hari. "Ada SMS sama Kumar, pakai bahasa Inggris. Intinya, dia (Kumar) bilang boleh datang ke apartemen tapi saya enggak bisa kasih apa-apa," ungkap Yusri.
Yusri kemudian membeberkan kenangannya bersama Della. Meski Della ketika itu sudah beranjak dewasa, Della tak malu mengajak dia jalan-jalan seperti ke Sun City atau tempat hiburan malam. Menurutnya Della menyukai kehidupan malam, namun ia segera menegaskan hal itu hanya sekadar mencari hiburan yang sifatnya tidak negatif.
Dalam bincang-bincang kepada Tribun, Yusri menceritakan dia tinggal di dekat rumah Anna. Ketiak Della masih kecil, ia sering melihat Della diantar jemput orang tuanya ke dan ke sekolah.
"Lulus SMA, dia baru pisah sama keluarga. Ngekos, tapi enggak tentu. Dulu (ngekos) di Kota Bambu Selatan, belakang RS Harapan Kita. Anaknya sopan, lembut sama orang. Saya terakhir ketemu dia, tahun lalu," kata Yusri.
Mengenai kegemaran Della ke tempat hiburan malam diakui Camelia Gomez alias Amel. Walau demikian, sepengetahuannya Amel, Della tak mempunyai musuh. "Enggak ya, enggak masalah ke tempat hiburan malam. Aku juga enggak pernah lihat dia berantem," ucap Amel.
Hal yang hampir sama dikatakan teman Della, Natalie Clara. Meski tak mengenal Della secara dekat karena beda manajemen, ia berpendapat Della adalahsosok yang periang dan baik. "Mukanya saya juga enggak kenal. Enggak tahu dia pergi sama siapa. Pribadinya tertutup banget, cuma teman di BBM aja. Dia anaknya baik," kata Natalie.
Mengenai kematian Della, selain menemukan tanda-tanda yang diduga tusukan menggunakan jarum, para sahabat juga masih mencurigai lebam-memar di tubuh wanita itu. "Ada bekas tusukan sebesar pentul korek api, jadi ada daging di jidatnya. Lebam di sini (menunjuk belakang bahu), leher sebelah kiri seperti ada bekas tusukan. Bentuk (tusukannya) model jarum," ujar Yusri.
Ini berbeda dengan kepolisian yang sebelumnya menyebut tidak didapati tanda-tanda kekerasan, dan kematian diduga akibat mengonsumsi minuman keras dioplos.
Meski masih menunggu hasil penyidikan polisi, Yusri dan Amel, menduga kematian Della tidak wajar. Jika disebut Della meninggal karena meminum Vodka yang dicampur Sprite, mereka mempertanyakan bekas-bekas luka lebam yang ditemukan di jenazah Della.
Amel, kemudian bercerita mengenai sosok sahabatnya tersebut. Menurutnya Della mempunyai kepribadian yang humble atau rendah hati dan sangat baik. Ia pun masih tak percaya Della telah meninggal dunia, karena menurutnya belum lama ia bercanda dan ngobrol bareng Della.
"Orang sebaik Della harus seperti ini? Kita enggak tahu laki-laki seperti apa. Enggak kenal (Kumar), ke arah sana juga enggak tahu. Untuk masalah pribadi, dia memang tertutup," kata Amel usai acara pemakaman, sekitar pukul 11.30 WIB.