Mahmud, Melestarikan Budaya Betawi dengan Jualan 'Bir Pletok'
Minuman tradisional masyarakat Betawi yang sudah mulai langka di Jakarta
Dengan tekad tersebut, ia belajar dari seorang tukang pijat yang sudah biasa membuat minuman tersebut. "Bahan-bahannya banyak, bisa dibeli di Pasar Minggu dan Pasar Induk Cipinang," jelasnya.
Tularkan ke Orang Lain
Mahmud sadar usianya sudah tidak muda. Sebagai satu-satunya penjual bir pletok di Tanjungbarat dirinya tidak ingin, usahanya melestarikan kuliner betawi ini tidak ada yang meneruskan. Karenanya ia terus berusaha menularkan kemampuannya kepada orang lain.
Misalnya saja, dalam pengajian ia selalu membawakan minuman ini kepada para peserta.
Tidak hanya itu, banyak orang yang datang ke rumahnya di Jl Saidi Tanjungbarat untuk bertanya soal pembuatan minuman ini, ia juga tidak pelit menularkan ilmunya kepada orang lain.
"Bahannya bukan rahasia, ada kapulaga, cengkeh, kayu manis, lada item, sereh dan gula batu," ungkapnya.
Mahmud berharap kelak ada seseorang yang bisa meneruskan usaha berjualan bir pletok untuk melestarikan salah satu budaya betawi ini. (Hendra Gunawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20131208_163813_mahmud-bin-entong-bir-pletok.jpg)