Selasa, 14 April 2026

Warimin: Sudah Benar Apa yang Dilakukan Jokowi-Ahok di Pasar Tanah Abang

sejak zaman kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi, kondisi di Tanah Abang secara umum berubah drastis.

Editor: Gusti Sawabi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pekerja sedang merakit escalator atau tangga berjalan di Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2014). Fasilitas tangga berjalan sengaja dipasang untuk mempermudah akses pengunjung Pasar Blok G, dari lantai dasar ke lantai dua. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

Tribunnews.com, Jakarta - Mantan Kepala Pasar Tanah Abang Blok G, Warimin, memberikan komentar soal kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terutama yang diterapkan di Blok G.

Dia menuturkan, sejak zaman kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi, kondisi di Tanah Abang secara umum berubah drastis. Perubahan sangat terasa di jalan dan di sekitar daerah pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara itu.

"Lihat saja sekarang, dulu mah macet banget. Enggak bisa gerak. Sekarang sudah lumayan di zamannya Pak Jokowi ini," kata Warimin yang sekarang bertugas sebagai Asisten Manajer Usaha dan Pengembangan Pasar Tanah Abang Blok G kepada Kompas.com, Rabu (1/10/2014).

Warimin juga mengenang masa-masa  pedagang di Tanah Abang masih berjualan di jalan dengan kondisi yang sangat padat. Bahkan pedagang yang berjualan menutupi setengah badan jalan sehingga arus lalu lintas terhalangi.

Selain soal pengaturan pedagang di jalan, Warimin juga berkomentar tentang relokasi pedagang di jalan ke pasar Blok G. Dia menganggap Jokowi dan Ahok, sapaan Basuki, sudah melakukan hal yang benar dengan kembali menghidupkan Blok G sesuai fungsinya sebagai pasar.  

Namun jika dibandingkan dengan keadaan sekarang, pedagang pasar Blok G, khususnya lantai tiga yang semakin sepi, Warimin menilai hal itu bukan akibat kebijakan Jokowi yang salah.

Sepinya lantai tiga lebih dilihat sebagai faktor pedagang yang takut dagangannya tidak laku. Soal pedagang pun, tutur Warimin, sudah banyak dibantu dan ditopang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bantuan tersebut di antaranya eskalator yang sudah jadi dan tinggal menunggu waktu peresmian, jembatan penghubung dengan pasar Blok F dan akses langsung dari stasiun kereta Tanah Abang.

Meski demikian, Warimin menganggap bukan berarti pemecahan masalah di Tanah Abang selesai. Kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus menerus membuat kebijakan dan tindakan hingga daerah dan pasar di Tanah Abang bisa jadi tempat yang nyaman untuk berbelanja.

Manajemen Blok G bersama PD Pasar Jaya kini tengah merapatkan tentang kelanjutan nasib pedagang yang masih bertahan di lantai tiga. Rencananya, mereka akan dipindahkan ke lantai dua dan lantai satu.

Lantai tiga kemungkinan besar akan diisi oleh pedagang pakaian impor yang jumlahnya ratusan dan pedagang Tasik yang kebanyakan menjual pakaian jadi.

Selain itu, diwacanakan juga mengenai pembangunan lahan parkir motor di sebagian tempat di lantai tiga dan membuat parkir mobil di lantai dasarnya.

Sebagai informasi pasar Blok G tidak memiliki lahan untuk memarkirkan mobil layaknya pasar Tanah Abang lainnya. Tempat yang tersedia hanya cukup menampung motor yang kadang sudah penuh sesak.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved