Banjir Jakarta
Betapa Infrastruktur Pengendali Banjir Jakarta Belum Siap Hadapi Cuaca Ekstrem
Dalam sidang kabinet terungkap bahwa infrastruktur pengendali banjir di DKI Jakarta belum siap menghadapi cuaca ekstrem. Duh!
Akibatnya, 10 pompa yang ada tidak bisa bekerja maksimal. Dengan mengandalkan mesin genset, hanya empat pompa yang bisa beroperasi.
Sementara itu, Manajer Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Koesdianto menuturkan, rumah pompa yang salurannya berada dengan jalur permukiman tentu akan ikut mati apabila listrik dipadamkan. Pemadaman dilakukan karena melihat potensi bahaya dari banjir tersebut.
Kabel udara
Namun, lanjut Koesdianto, hal itu bisa diubah dengan memisahkan dan membuatkan jalur tersendiri untuk aliran ke rumah pompa. ”Bisa dibuatkan kabel udara untuk rumah pompa. Kabel ditarik dari gardu terdekat, lalu dialirkan ke rumah pompa yang ada,” ujarnya.
Koesdianto menyebut pihaknya bisa menyelesaikan dalam kurun waktu tiga bulan. Namun, Pemerintah Provinsi DKI perlu membantu dalam perizinan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas ruang terbuka hijau (RTH) untuk menambah daerah resapan air dan antisipasi banjir.
”Idealnya 30 persen RTH dari luas wilayah Jakarta. Para pemilik gedung dan bangunan harus bertanggung jawab agar tercipta ruang serapan air,” kata Ferry di Jakarta, Rabu.
DKI Jakarta memiliki total 555 pompa, baik statis maupun mobil. Agus Priyono mengatakan, sejumlah pompa yang terlalu lama bekerja tidak akan bisa bekerja dengan maksimal. Pompa menjadi panas dan lama-lama bisa rusak.
”Kemarin, kami catat di Taman Ratu ada dua pompa, salah satunya terbakar saat sedang memompa air,” katanya.
Dinas Tata Air juga terus membersihkan saluran air dari sampah dan endapan secara rutin. Namun, untuk mengontrol endapan dan sampah di semua saluran di DKI, Agus menyatakan belum bisa mencakup seluruhnya.
Menurut Agus, dengan sejumlah langkah normalisasi saluran air dan sungai yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, genangan di sejumlah lokasi bisa lebih cepat surut dibandingkan dengan sebelumnya. Dinas Tata Air sepanjang tahun ini akan fokus pada sejumlah genangan parah yang selalu ada, yaitu di kawasan Tomang-Grogol, polder Jelambar, Mampang, Kebon Baru, Bidara Cina, dan Kelapa Gading Barat. (NDY/WHY/ILO/RAY/RTS/MDN/FRO/ART/JAL/B09/B10/WIN/DNA/DEA/ONG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cuaca-jakarta-banjir_20150211_053652.jpg)