Senin, 13 April 2026

Anggota Brimob Dihakimi Warga Karena Mirip Pengeroyok Reza

Karena memiliki ciri-ciri dengan pelaku yang memukul warga sekitar bernama Reza, korban pun langsung dikeroyok

Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/Bintang Pradewo
Dua pelaku pengeroyokan yang ditangkap Polsek Jagakarsa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bripda Muhammad Syawaludin Salia (22), seorang anggota Brimob Mako Kelapa Dua menjadi korban pengeroyokan tujuh orang saat melintas di Jalan lintas Universitas Indonesia (UI) RT 01/01, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/8) dini hari lalu.

Dia merupakan korban salah tangkap dari warga sekitar yang sedang melakukan pencarian geng motor yang melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang warga sekitar.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Sri Bhayangkari menuturkan kronologi kejadian sebelum terjadinya pengeroyokan. Dimana, saat itu anggota Brimob yang sedang melintas dengan Yamaha Mio Seol dengan nomor polisi B 3858 EFR pulang dari pesta ulang tahun di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Saat melintas di Jalan perbatasan Universitas Indonesia, Srengseng Sawah, sekira pukul 03.00 WIB, terdapat sekumpulan warga yang sedang mencari orang yang pernah menyerang salah satu warga setempat.

Karena memiliki ciri-ciri dengan pelaku yang memukul warga sekitar bernama Reza, korban pun langsung dikeroyok saat melintas di jalan tersebut.

Korban yang tidak memakai atribut kepolisian itu tidak bisa melawan karena dikeroyok oleh beberapa orang yang merupakan warga sekitar.

Kejadian salah sasaran tersebut bermula ketika seorang satpam lingkungan bernama Reza Bahara melakukan kegiatan patroli sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Kemudian ia menemukan sekelompok orang atau geng motor yang melintas di lingkungannya. Tiba-tiba, Reza dikeroyok oleh geng motor itu. Alhasil, warga yang tidak terima langsung mencari anggota geng motor itu.

"Korban merupakan salah tangkap karena terjadi miskomunikasi yang berujung keributan di antara mereka. Reza dipukul oleh sekelompok orang itu," kata Sri di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/9).

Kemudian Reza kabur dan menceritakan pemukulan itu kepada teman-temannya. Emosi temen-temannya itu pun langsung tersulut. Mereka berniat mengejar pelaku pemukulan. Sekitar 50 orang berkumpul di Jalan UI, Srengseng Sawah, untuk mencari-cari pelaku.

Tak lama melintaslah Syawaludin yang habis bertemu dengan kekasihnya malam itu. Ia hendak pulang ke rumahnya dari arah Tebet, Jakarta Selatan. "Anggota yang jadi korban ini baru pulang dari wakuncar (waktu kunjung pacar), itu kan Minggu dini hari yah, malam Minggu," kata Sri.

Karena mengalami luka-luka, Syawaludin kemudian pergi ke klinik. Namun, ia tidak sampai dirawat. Pria 22 tahun itu segera melapor ke Polsek Jagakarsa. Dari hasil penyelidikan, penyidik Polsek Jagakarsa pun menangkap dua pelaku pengeroyokan.

Mereka adalah Gilang Ramadhan alias Gimbal (22), dan Peri Marsal alias Sunui (37). Saat ini mereka ditahan di Polsek Jagakarsa. Sementara itu lima orang pelaku lainnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan pengakuan korban, dia dikeroyok menggunakan balok dan obeng. Sehingga, korban mengalami luka yang cukup berat seperti di bagian kepala, lengan dan luka di bagian kaki serta memar-memar di bagian muka.

"Atas perbuatannya, mereka dapat dikenakan Pasal 170 KUHP ayat 1. Ancaman hukumannya yakni 9 tahun penjara," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved