Cerita Ahok Soal Temannya Tak Bisa Jual Pisang Hasil Panen di Kebun
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bisa mengerti apa yang dibutuhkan warga Kepulauan Seribu.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bisa mengerti apa yang dibutuhkan warga Kepulauan Seribu.
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut memang berasal dari daerah kepulauan.
Ia lahir di Desa Gantung, Belitung Timur.
Belitung Timur merupakan sebuah kabupaten yang berada di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Sehingga ia mengerti kesulitan orang yang tinggal di daerah kepulauan seperti Kepulauan Seribu.
Pria yang akrab disapa Ahok ini menceritakan temannya yang mengalami kesulitan, hingga tidak makan nasi.
Temannya itu, kesulitan menjual hasil panennya dikarenakan mahalnya biaya transportasi menggunakan kapal laut menuju daratan.
"Saya ini orang pulau. Teman saya tinggal di pulau cerita, 'waduh saya betul-betul enggak makan nasi'. Kenapa? Padahal dia panen pisang ambon banyaknya luar biasa," cerita Ahok di Meruya Utara, Jakarta Barat, Selasa (29/12/2015).
Padahal, ujar Ahok, temannya itu menanam pisang ambon. Tapi, tidak dijual ke luar pulau.
Akhirnya, sehari-hari sang sahabat tidak makan nasi, melainkan makan pisang ambon dan ikan.
"Saya tanya, 'kenapa kamu enggak mau jual di daratan?' Dia bilang, 'wah ngitung biaya kapalnya, sama jual pisangnya malah tekor'," lanjut dia.
Atas pengalaman temannya itu, Ahok berpikir untuk meningkatkan perekonomian di Pulau Seribu.
Caranya dengan menggratiskan biaya transportasi kapal laut bagi warga yang alamat di KTP-nya di Pulau Seribu.
Pemerintah Provinsi DKI akan menerapkan sistem rupiah per mil untuk kapal yang dapat mengangkut hasil panen warga di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahok_20151229_191258.jpg)