Mayat Wanita dalam Plastik
Pelajaran Berharga yang Dipetik Netizen dari Kisah Tragis Farah Nikmah Ridhallah
Tewasnya pegawai bank di tangan teman tidurnya masih jadi pusat perhatian netizen. Pelajaran berharga seperti ini yang diungkap banyak pembaca.
Netizen yang mengaku pernah bekerja seperti yang dilakukan Farah yakni jadi resepsionis Bank Bukopin dan berasal dari perusahaan outsourcing mengatakan kalau gaji kecil bahkan pas-pasan.
"Saya pernah kerja di Bukopin dgn alih daya kalau buat kebutuhan hidup sehari hari mesti kurang blm lagi kalau ada yg harus dinafkahi," demikian komentar akun Facebook dengan nama Iin Prata Wijaya.
Fakta lainnya terungkap kalau Farah menjadi tulang punggung keluarga, ia kabarnya yang menanggung kebutuhan keluarga dan membantu biaya sekolah adik-adiknya.
Hal inilah yang menjadi perhatian publik.
Bermunculan komentar yang mengajak untuk senantiasa bersyukur.
Berapapun gaji, meskipun kecil harus tetap bersyukur dan jangan sampai seperti yang dialami Farah.
Tewas dibunuh dalam kondisi yang mengenaskan.
Berikut beberapa komentar netizen.
Kelikprabowo: Ini jalan yg sudah di gariskan oleh ALLAH SWT ,tinggal kita yg hidup dpt mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini.Syukuri yg rejeki yg sudah diberikan olehNYA.Kita doakan saja semoga korban diampuni segala dosa dosanya....Amin..
Om Encep: Anda salah besar kalo ini jaln yg digariskan Allah, hidup ini pilihn. Baik buruk yg terjadi dlm hdup adl dsbabkn ulah manusia
A Cul de Sac: Se7...manusia sllu di beti pilihan....
Akha: Kita yg memilih... Allah yg meridhoi...
Rahun Døäñk: Mudah2n jadi pembelajaran bagi para wanita yang suka menjajakan diri alias murahan, padahal jelas2 agama sudah melarang knpa mesti di lakukan!! Pada ahir nya mati dengan tdk wajar..
Dewi Pratiwi: Mau gaji kecil atau gede sbnarnya gak masalah.....asal orgnya telaten, mau hidup apa adanya.....lah, klo gaya hidupnya aja selangit kyk org kaya....maunya naik turun mobil, hp tipe terbaru, alat2 make up yg uptodate, rumah mewah, baju2 mahal, aksesoris mahal.....ya, kyk gini yg bakal dilakuin....menjual diri demi kesenangan yg semu....naudzubillah....
Kamu kok keluarnya cepet?
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Yuldi Yusman menuturkan kronologis kejadian keji yang dilakukan Calvin Soepargo, warga Pademangan. Jakarta Utara.
"Pelaku baru janjian dengan korban untuk bertemu di apartemen pelaku setelah menghubungi via telepon dan whatsapp pada Jumat, 8 Juli 2016."
"Kemudian setelah tiba, pelaku dan korban naik ke kamar dan melakukan hubungan intim," ujar Yuli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/farah-dan-calvin_20160716_174756.jpg)