Plt Gubernur DKI Ajak Kepala SKPD Rapat di Kereta Wisata, Masing-masing Bayar Rp 7 Juta

Sumarsono mengatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan Jumat (13/1/2017). Rencananya, perjalanan itu dilakukan selama tiga hari.

Plt Gubernur DKI Ajak Kepala SKPD Rapat di Kereta Wisata, Masing-masing Bayar Rp 7 Juta
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengajak para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk rekreasi sambil bekerja dengan cara menggelar rapat di atas kereta wisata menuju Yogyakarta.

Sumarsono mengatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan Jumat (13/1/2017). Rencananya, perjalanan itu dilakukan selama tiga hari.

Pada Senin (16/1/2017), Sumarsono dan semua kepala SKPD yang ikut sudah bekerja kembali.

Namun, karena tidak boleh ada perjalanan dinas pada hari libur, para kepala SKPD yang ikut acara tersebut harus bayar sendiri-sendiri.

"Ini kan untuk memberikan suasana baru, semangat baru kepada mereka. Masing-masing membayar secara pribadi sebesar Rp 7 juta," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (5/1/2017).

Sumarsono mengatakan, nanti ada 2 gerbong khusus untuk mereka. Satu gerbong digunakan khusus untuk rapat seperti rapat pimpinan yang biasa dilakukan tiap hari Senin.

Menurut Sumarsoni, rapat kerja di kereta wisata akan menggantikan rapat hari Senin (15/1/2017).

"Jadi rapimnya tidak di dalam ruangan, tetapi di kereta. Setelah rapat ini selesai, rapim senin tidak ada. Jadi rapim itu dimajukan malam Sabtu," ujar Sumarsono.

Ketika tiba di Yogyakarta, para kepala SKPD akan diajak untuk berekreasi, seperti mengikuti outbond.

Sumarsono mengatakan, hal ini agar kepala SKPD tidak merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari.

Ia menilai, tidak ada yang dirugikan dari kegiatan ini. Sebab, biayanya ditanggung oleh masing-masing kepala SKPD dan dilaksanakan pada waktu hari libur.

"Semua kan butuh rekresi, tetapi bagaimana kita memaksimalkan waktu rekreasi kita untuk kerja. Jangan dibalik, waktu kerja malah untuk rekreasi. itu kan dua hal yang berbeda," ujar dia.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved