Minggu, 12 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Akseptabilitas Ahok-Djarot Meningkat Jelang Hari Pemungutan Suara Putaran Dua Pilkada DKI

Akseptabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat meningkat jelang pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI.

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersalaman dengan Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai mengikuti debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Debat kali ini bertemakan 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' serta adanya pertanyaan dari berbagai komuitas yang diundang oleh KPU DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Akseptabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat meningkat jelang pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI.

Pemungutan suara Pilkada DKI putaran dua akan berlangsung 19 April 2017.

Hal itu terlihat dalam survei yang dilakukan Focus Survei Indonesia (FSI).

Direktur Eksekutif FSI Budi Dewantara mengatakan penilain tersebut mengacu pada kualitas, kompetensi, integritas.

Kemudian profesionalitas, personalitas, perilaku, prestasi, reputasi, kepemimpinan, visi dan lain-lain.

Proses penilaian melahirkan penerimaan atau akseptabilitas pemilih terhadap kedua paslon.

Dalam survei menunjukan Pasangan Basuki Tjahaja - Djarot Syaiful Hidayat memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 79,3 persen.

Sementara pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno hanya memiliki tingkat Akseptabilitas sebesar 59,1 persen.

Baca: LSI Denny JA Beberkan Keunggulan Anies-Sandi Mampu Salip Ahok-Djarot

Baca: Survey LSI Denny JA Prediksi Jakarta Punya Gubernur Baru

Baca: Peneliti LSI Denny JA Akui Ada Pertemuan dengan Prabowo Subianto

"Dari tingkat akseptabilitas menunjukan kalau masyarakat menilai Basuki-Djarot lebih punya pengalaman dalam memimpin sebuah daerah dibandingkan Anies-Sandi," papar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/4/2017).

Budi mengatakan pihaknya mendapatkan 69,3 persen dari responden mengunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Kemudian, 30,7 persen tidak memberikan haknya dengan alasan tidak punya waktu, tidak peduli, dan tidak di Jakarta saat hari pemungutan suara.

Tetapi ketika responden ditanyakan apakah akan memberikan hak pilih dalam pilkada DKI putaran dua didapati 78,7 persen akan memberikan hak pilihnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved