Sabtu, 25 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Akseptabilitas Ahok-Djarot Meningkat Jelang Hari Pemungutan Suara Putaran Dua Pilkada DKI

Akseptabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat meningkat jelang pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI.

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersalaman dengan Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai mengikuti debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Debat kali ini bertemakan 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' serta adanya pertanyaan dari berbagai komuitas yang diundang oleh KPU DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Angka tersebut menunjukan emosi kelompok pendukung pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dinilai tidak mampu dijadikan sebagai energi positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih di putaran dua Pilgub DKI.

"Dimana hanya meningkat partisipasi sebanyak 1,2 persen dibandingkan putaran pertama yang hanya 77,5 persen," ujar Budi.

Untuk tingkat popularitas, Budi memaparkan kedua pasangan didapati 98,3 persen masyarakat Jakarta sangat mengenal pasangan Ahok-Djarot.

Sedangkan tingkat popularitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga di masyarakat Jakarta sebesar 90,2 persen.

Hal ini, kata Budi, sangat lumrah Karena Ahok merupakan tokoh fenomenal dan memancing banyak pemberitaan di media massa.

Ia mengatakan tingkat popularitas kedua paslon menunjukan ada ikatan emosional antara pemilih dengan kedua paslon itu.

"Hal ini disebabkan kedua paslon rajin menjual nama dan prestasinya kepada masyarakat," kata Budi.

Mengenai tingkat kapabilitas, Budi menuturkan banyak hasil pembangunan di Jakarta yang dilakukan Ahok-Djarot selama ini dibandingkan dengan era Fauzi Bowo.
Sementara tingkat kapabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga dinilai masyarakat Jakarta hanya 41,4 persen untuk memimpin Jakarta.

"Ini menunjukan nilai realitas kalau 58,6 persen masyarakat Jakarta meragukan kapabilitas Anies Baswedan-Sandiaga sekalipun Anies pernah menjadi menteri pendidikan," kata Budi.

Hal menarik, Kata Budi, ketika masyarakat Jakarta ditanyakan akan memilih siapa diantara kedua paslon Kepala Daerah Jakarta mereka memilih Ahok-Djarot.

"Dari jawaban survei didapati 48,2 persen akan memilih pasangan Basuki-Djarot sedangkan 41,4 persen akan memilih Anies -Sandiaga sedangkan yang belum menentukan pilihan 10,4 persen," katanya.

Survei dilakukan mulai tanggal 3 April sampai tanggal 11 April 2017.

Responden sebanyak 2178 warga Jakarta yang diambil dari total Daftar Pemilih Tetap sebanyak 7,2 juta pada pilkada Jakarta putaran dua.

Survei ini mengunakan teknik multistage random sampling dan tingkat margin of error sebesar kurang lebih 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini didanai secara mandiri oleh Focus Survei Indonesia.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved