Jumat, 29 Agustus 2025

Gubernur Baru Jakarta

Pepatah Batak Hingga Banjar Dalam Pidato Anies

Dalam pidatonya, Anies mengambil pepatah dari sejumlah daerah di Indonesia di antaranya Batak, Madura, Aceh, dan Banjar.

Penulis: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. 

Menegaskan hal tersebut, Anies meminjam pepatah dari Madura

“Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, 'Itik se atellor, ajam se ngeremme'. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain," ucapnya.

Ia pun dalam pidatonya mengingatkan pentingnya memperjuangkan persatuan dalam kehidupan kota, tak hanya merayakan keragaman.

Anies pun mengambil sebuah pepatah Aceh “Cilaka rumah tanpa atap, cilaka kampung tanpa guyub.”

"Persatuan dan keguyuban ini yang harus terus kita perjuangkan, dimulai dari meruntuhkan sekat-sekat interaksi antar segmen masyarakatnya, terutama pemisahan ruang interaksi berdasar kemampuan ekonomi," katanya.

Terakhir ia mengingatkan dalam membangun Jakarta seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu dan saling mendukung.

Ia pun meminjam pepatah Banjar 'Salapik sakaguringan, sabantal sakalang gulu' yang memiliki arti satu tikar tempat tidur, satu bantal penyangga leher.

"Kiasan ini bermakna hubungan antar elemen masyarakat yang erat, saling setia dan mendukung satu sama lain. Inilah semangat yang hendak kita bangun," katanya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan