Breaking News:

Apa Perbedaan antara KRL, MRT, dan LRT?

Ketiga jenis kereta ini sama-sama melintas pada jalur rel dan digerakkan dengan menggunakan listrik. Lalu, apa perbedaannya?

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pekerja mengecek pembangunan Proyek terowongan bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017). Pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase I dari Lebak Bulus ke Bunderan Hotel Indonesia sepanjang 16 km terus dikebut. Proyek yang digarap oleh PT MRT Jakarta saat ini sudah mencapai 71,39 persen. 

Sigit Wahyu/Bobo.id

TRIBUNNEWS.COM - Selain KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, beberapa tahun lagi Jakarta akan memiliki angkutan umum MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rapid Transit).

Ketiga jenis kereta ini sama-sama melintas  pada jalur rel dan digerakkan dengan menggunakan listrik. Lalu, apa  perbedaan antara KRL, MRT, dan LRT?

Perlintasan

KRL: Rel KRL berada di permukaan tanah dan hanya sebagian kecil yang berupa rel layang. Rel layang biasanya dibuat untuk menghindari perlintasan dengan jalan raya.

MRT: Rel MRT umumnya merupakan kombinasi rel layang dan rel bawah tanah.

LRT: Rel LRT semua berupa rel layang.

undefined
LRT (Light Rapid Transit)

Jumlah Rangkaian Kereta

KRL: Jumlah gerbong/kereta 8 sampai 10 kereta.

MRT: Jumlah gerbong/kereta rata-rata 6 kereta.

LRT: Jumlah gerbong/kereta 2 sampai 4 kereta.

undefined
KRL (Kereta Rel Listrik)

Kapasitas Penumpang Per Sekali Jalan

KRL: 2.000 penumpang.

MRT: 1.800 penumpang.

LRT: 600 penumpang.

Target  Penumpang Per-Hari

KRL: 1.200.000 penumpang.

MRT: 173.400 penumpang.

LRT: 360.000 penumpang.

Sigit Wahyu/Bobo.id

 

 
Tags
KRL
LRT
MRT
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved