Apa Perbedaan antara KRL, MRT, dan LRT?
Ketiga jenis kereta ini sama-sama melintas pada jalur rel dan digerakkan dengan menggunakan listrik. Lalu, apa perbedaannya?
Sigit Wahyu/Bobo.id
TRIBUNNEWS.COM - Selain KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, beberapa tahun lagi Jakarta akan memiliki angkutan umum MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rapid Transit).
Ketiga jenis kereta ini sama-sama melintas pada jalur rel dan digerakkan dengan menggunakan listrik. Lalu, apa perbedaan antara KRL, MRT, dan LRT?
Perlintasan
KRL: Rel KRL berada di permukaan tanah dan hanya sebagian kecil yang berupa rel layang. Rel layang biasanya dibuat untuk menghindari perlintasan dengan jalan raya.
MRT: Rel MRT umumnya merupakan kombinasi rel layang dan rel bawah tanah.
LRT: Rel LRT semua berupa rel layang.
Jumlah Rangkaian Kereta
KRL: Jumlah gerbong/kereta 8 sampai 10 kereta.
MRT: Jumlah gerbong/kereta rata-rata 6 kereta.
LRT: Jumlah gerbong/kereta 2 sampai 4 kereta.
Kapasitas Penumpang Per Sekali Jalan
KRL: 2.000 penumpang.
MRT: 1.800 penumpang.
LRT: 600 penumpang.
Target Penumpang Per-Hari
KRL: 1.200.000 penumpang.
MRT: 173.400 penumpang.
LRT: 360.000 penumpang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembangunan-mrt-terus-dikebut_20171019_183816.jpg)