Selasa, 14 April 2026

Cerita Karyawan Minimarket Korban Perampokan: Saya Ditodong Senjata Api

Seorang karyawan mini market, Dodi (28) mengaku masih shock atas apa yang menimpa dirinya dan rekannya di Mini Market Jalan Raya Utan Kayu, Matraman.

Dicky Fadiar Djuhud
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang karyawan mini market, Dodi (28) mengaku masih shock atas apa yang menimpa dirinya dan rekannya di Mini Market Jalan Raya Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Pasalnya sekitar pukul 03.00, ia dan rekannya yang kala itu berjaga di mini market didatangi tiga orang tidak dikenal mengunakan avansa berwarna putih. Saat itu tidak ada rasa kecurigaan yang ada dalam benaknya.

Namun sontak dirinya kaget ketika tiga orang pelaku tersebut datang bukan sebagai konsumen, salah pelaku yang masuk justru menodongkan sejata api kepada Dodi yang ada di meja kasir. Seketika itu lututnya lemas dan tak dapat berbicara apa-apa.

Baca: Kapolda Minta Semua Pihak Peduli Keselamatan Berlayar

Sementara rekannya yang tak jauh dari meja kasir pun diminta tetap diem dan jangan teriak. Karena ketakutan dirinya pun menuruti kemauan para pelaku.

"Satu orang itu masuk ke dalem, yang dua masih diluar, langsung bilang ke saya 'lo ngelawan, lo gua matiin, lo diem aja dan tunjukin dimana brangkasnya'," kata Dodi saat menceritakan kejadian yang menegangkan tersebut, Jumat (18/5/2018).

Karena takut dengan senjata api yang ditodongkan pelaku, akhinya dodi menuruti kemauan pelaku dan menunjukan lokasi berangkas yang berada di lantai dua.

Kedua pelaku yang berjaga di depan pun juga terut serta naik ke lantai dua, bahkan kedua pelaku juga turun dilengkapi dengan senjata api.

Selanjutnya Dodi diminta membuka kunci brangkas yang berisi uang Rp 200 juta. Usai mengambil uang Rp 200 juta, ketiga pelaku menyuruh kedua karyawan untuk diam diatas selama 30 menit.

"Itu udah pikirian kemana-mana mas, takut iya, kacau pikiran. Disitu saya disuruh diem selama 30 menit dan gak boleh gerak setelah berangkas dibuka," katanya.

Melihat berangkas dapat terbuka para pelaku pun dengan leluasa, mengambil sejumlah uang yang ada didalam berangkas, namun dirinya tak memengetahui pasti nominal uang yang ada didalam. Tapi ia memastikan jumlah tersebut lebih dari 200 juta.

Sementara itu setelah berdiam diri dilantai atas kurang lebih 15 menit, Satpam sekitar naik keatas, bersama salah seorang pembeli. Bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Nah ngak lama itu ada Satpam sini datang ke atas, dia dibangunin sama pembeli, mungkin yang mau beli melihat kok kosong gak ada orang, makanya bangunin satpam yang lagi tidur, baru kita ceritain apa yang terjadi," ucapnya.

Kepolisian yang mendapat informasi perampokan langsung melakukan olah TKP dengan memeriksa CCTV minimarket dan meminta keterangan dari para saksi.

Saat ini minimarket yang berada di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur ditutup sementara demi kepentingan penyelidikan.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved