2 Mayat Dibakar di Mobil

Polisi Buru Dukun Santet yang Sempat Disewa Aulia Kesuma untuk 'Melenyapkan' Suami dan Anak Tirinya

Kepolisian saat ini sedang memburu dukun santet yang disewa Aulia Kesuma untuk menghabisi nyawa Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana.

Polisi Buru Dukun Santet yang Sempat Disewa Aulia Kesuma untuk 'Melenyapkan' Suami dan Anak Tirinya
(Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Tiga tersangka baru dalam kasus pembunuhan berencana ayah dan anak yang diotaki Auia Kesuma, diumumkan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian saat ini sedang memburu dukun santet yang disewa Aulia Kesuma untuk menghabisi nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, pihaknya masih memburu satu orang lagi dalam kasus tersebut.

Saat ini, kata Argo, sudah ada 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca: Terungkap, Alasan Tersangka Pembunuhan Pupung dan Dana Itu Pura-pura Kesurupan

Baca: Bom Latih Pesawat Sukhoi TNI AU yang Jatuh di Lumajang Sempat Bikin Panik Warga

Baca: Jadwal Liga 1 Dituding Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia, Ini Respon PT LIB

"Kami masih cari satu orang lagi. Yakni dukun santet yang gagal menyantet korban. Dia direkrut Sugeng, tersangka sebelumnya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/9/2019).

Seperti diketahui Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polda Lampung berhasil membekuk tiga orang yang menjadi buronan polisi, terkait kasus pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23).

Sebanyak tiga tersangka baru yang berhasil dibekuk adalah K alias Tini (43), RS alias Rodi (36), dan S alias Alpat (20).

Tini merupakan mantan pembantu Aulia Kesuma (45), otak pembunuhan kasus ini yang merupakan isteri muda korban Pupung.

Tini kemudian mengenalkan suaminya RS alias Rodi, kepada Aulia untuk merencanakan pembunuhan Pupung dan Dana.

Karenanya RS alias Rodi mengajak S alias Alpat, anak angkatnya untuk membunuh Pupung dan Dana.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan S alias Alpat dan Rodi sebenarnya akan mengeksekusi Pupung dan Dana, bersama Agus dan Sugeng, dua tersangka sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved