Kementan-FAO-USAID Tingkatkan Penanggulangan Zoonosis dan PIB

acara ini sebagai bentuk apresiasi kerjasama pemerintah Indonesia-FAO-USAID dalam mendukung pencegahan dan pengendalian ancaman pandemi global.

Kementan-FAO-USAID Tingkatkan Penanggulangan Zoonosis dan PIB
TRIBUNNEWS.COM/LARASATI DYAH UTAMI
Empat tahun kerjasama penanggulangan PIB (penyakit menular baru muncul) dan Zoonosis (penyakit hewan yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya), Kementan-FAO-USAID. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama badan pangan PBB (FAO) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) merayakan 4 tahun kerjasama penanggulangan PIB (penyakit menular baru muncul) dan Zoonosis (penyakit hewan yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya), Kamis (12/9/2019) kemarin.

Acara ini sebagai bentuk apresiasi kerjasama pemerintah Indonesia-FAO-USAID dalam mendukung pencegahan dan pengendalian ancaman pandemi global.

Baca: Jerman Terancam Resesi Ekonomi di Kuartal III 2019

Kementan bersama FAO dan USAID telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam kerangka program Emerging Pandemic Threat 2 (EPT-2).

Baca: Siaran Langsung Liga Inggris, Live Streaming Mola TV dan TVRI, MU vs Leicester, Watford vs Arsenal

 I Ketut Diarmita, Direktorat Jendral dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengatakan dengan terbangunnya landasan yang kuat untuk sistem kesehatan hewan nasional yang berkelanjutan, maka program EPT-2 dapat memberi manfaat yang menguntungkan baik bagi pemerintah Indonesia serta masyarakat.

"Kerjasama EPT-2 ini mempromosikan pendekatan One Health (OH).Implementasinya memerlukan kerjasama, koordinasi dan kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor untuk pencegahan (prevent), pendeteksian (detect), dan penanggulangan (respond) ancaman zoonosis dan PIB untuk kesehatan optimal," ujarnya.

Ada enam prioritas dalam program EPT-2 di antaranya sistem surveilans yang kompeten untuk zoonosis dan PIB, pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis dan PlB dengan fokus one health.

Baca: Anak Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Mengamuk di Warung Kelontong, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Kemudian pengurangan risiko komersial pada peternakan unggas, pengurangan risiko di sepanjang rantai nilai unggas, pembangunan kapasitas one health, peningkatan sistem kesiapsiagaan darurat dan respon untuk zoonosis dan PIB.

"Indonesia termaksuk salah satu negara tropis yang mana gen penyakit bisa tumbuh sepanjang tahunnya. Indonesia juga menjadi spot bagi beberapa penyakit zoonosis dan jugainfeksi penyakit baru" lanjutnya.

Wakil dari FAO Indonesia, Stephen Rudgard mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu contoh sukses dalam upaya pencegahan, pendeteksian, dan penanganan  ancaman zoonosis global dengan menginisisasi dan melembagakan kerjasama lintas sektoral melalui pendekatan One Health.

"Keberhasilan Indonesia dimata dunia dalam menangani ancaman penyakit zoonosis juga mendapat perhatian dari Pemerintah," kata dia.

Baca: Pertamina Tagih Utang Pembelian Avtur Sriwijaya Air Senilai Rp791 Miliar

"Khususnya Presiden, dengan diterbitkannya Instruksi Presiden No. 4 tahun 2019 yang mengatur Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi dan Merespon Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi dan Kimia" ujarnya.

Ryan Washburn, Wakil Direktur USAID Indonesia mengakui peran penting Pemerintah Indonesia, terutama pihak Kementan atas langkah-langakh penting dalam melaksanakan pndekatan One Health.

Baca: Buka Acara Kemenhub, JK Puji Kontribusi Ignasius Jonan untuk Kereta Api

"Kami telah bermitra selama 13 tahun untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam pencegahan dan pengendalian penyakit. Kami gembira bisa merayakan keberhasilan ini sebagai bagian dari peringatan 70 tahun hubungan Amerika Serikat dan Indonesia" ujar Washburn.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved