Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Baru Tiba di Stasiun Palmerah, Massa Pelajar Dinasihati dan Disuruh Pulang oleh Anggota TNI
Kata Faisal, anggota TNI tersebut memberikan nasihat kepadanya tentang orang tua, khususnya ibu
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
"Pagi ini KPAI mendapatkan laporan masyarakat berupa poster-poster ajakan aksi demo besar pada 30 September 2019 pukul 13.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB tadi, KPAI juga mendapatkan pengaduan melalui aplikasi WhasApp (WA) terkait 119 daftar SMK yang diduga berada di wilayah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten," kata Retno dalam keterangannya, Senin (30/9/2019).
Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengaduan melalui aplikasi Whatsapp ada sebanyak 119 sekolah yang diduga berada di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan ikut dalam aksi tersebut.
Kendati demikian, ia meminta kepada seluruh pihak baik Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan orangtua untuk mengambil tindakan.
Yakni untuk melakukan kordinasi dengan saling berkabar antara orangtua dan sekolah mengenai keberadaan anak.
Khususnya saat jam pulang sekolah.
"Kalau perlu orangtua langsung menjemput ke sekolah di jam pulang nanti," kata Retno.
Sebelumnya, sejumlah pelajar berseragam Pramuka, dan kemeja putih melakukan aksi rusuh di sekitar Gedung DPR RI pada beberapa hari lalu.
Menuntut DPR untuk menolak RUU KPK dan RKHUP, mereka melakukan pelemparan batu ke arah petugas sehingga menyebabkan aparat menembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Disarankan Pulang, Massa Pelajar dari Rangkasbitung kembali Naik Kereta dari Stasiun Palmerah