Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Kapolres Jakarta Pusat Borong Minuman Dari Pedagang Keliling Usai Amankan Unjuk Rasa
Kapolres Harry kurniawan sengaja menghentikannya untuk memborong dagangannya bagi personel kepolisian yang bertugas mengamankan demo.
Editor:
Adi Suhendi
Kepolisian berhasil memukul mundur massa yang masih bertahan di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019) malam.
Kepolisian menembakan gas air mata setelah massa berusaha kembali menyerang ke arah petugas.
Selain itu, massa juga menyerang petugas dengan petasan dan membakar ban di tengah jalan.
Baca: Daftar Travel Umrah di Surabaya, Simak Harga dan Jadwalnya
Baca: Nia Ramadhani Berkuda Bareng Adinda Bakrie, Sosialita Cantik & Cerdas Sepupu Ardie Bakrie
Baca: Manchester United vs Arsenal, Banyak Pemain Asing Tak Takut Lagi Lawan MU di Old Trafford
Pantauan wartawan TribunJakarta.com Pukul 19.50 WIB, setelah menembakan gas air mata, satu mobil barakuda polisi bergerak ke arah massa.
Massa pun kocar kacir mundur ke arah belakang serta ke rel kereta api yang ada di samping jalan tersebut.
Setelah itu, polisi pun mengamankan beberapa orang dari lokasi kericuhan.
Sampai saat ini, polisi kembali menembakan gas air mata ke arah massa yang tetap bertahan di Jalan Pejompongan.
16 pemuda diamankan
Polisi mengamankan 16 orang pemuda yang diduga terlibat kericuhan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).
Pantauan Tribunnews.com hingga pukul 18.43, tampak beberapa pemuda dikejar polisi hingga ke ruas Tol Dalam Kota.
Mereka langsung dibawa masuk ke gedung Polda Metro Jaya.
Pemuda yang diamankan tampak mengenakan seragam putih abu-abu.
Baca: Empat Orang Diduga Pemicu Kericuhan Demo di Gedung DPR RI Ditangkap Polisi
Baca: Suhadi Harapkan RUU yang Dibahas Benar-benar Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat
Baca: Dua Startup GudangImpor.com dan Importir.org Jalin Kerjasama
Beberapa lainnya tampak mengenakan baju bebas.
Seperti diketahui, para pelajar mulai melempari petugas kepolisian dengan batu di Jalan Gatot Subroto tepatnya depan Gerbang Tol Kuningan 1, Senin (30/9/2019) sejak pukul 18.08 WIB.
Tampak petugas langsung menembakkan gas air mata beberapa kali untuk memukul mundur massa.