Termuda dan Wanita Seorang Diri di Pimpinan DPRD DKI, Anak Ketua Umum PAN Bilang Ini

Meski jadi yang paling muda diantara pimpinan DPRD DKI lainnya, Zita mengaku sama sekali tak merasa minder, berada diantara senior-seniornya.

Termuda dan Wanita Seorang Diri di Pimpinan DPRD DKI, Anak Ketua Umum PAN Bilang Ini
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Anggota DPRD DKI Fraksi PAN, Zita Anjani, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi muda Partai Amanat Nasional, Zita Anjani jadi satu di antara empat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

Meski jadi yang paling muda diantara pimpinan DPRD DKI lainnya, Zita mengaku sama sekali tak merasa minder, berada diantara senior-seniornya.

Sebab, meski terbilang muda, wanita berumur 29 tahun ini punya modal pendidikan dengan menyandang gelar Master of Science di University College London, serta gelar Diploma dari Sunshine Teachers Training.

"Kalau minder nggak, karena walaupun masih muda, aku pendidikannya juga udah master S2. Tapi aku merasa pengen lebih banyak belajar," kata Zita di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

Menjadi legislator di DPRD DKI juga merupakan pengalaman baru dalam hidupnya.

Alhasil, putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ini enggan berpuas diri. Ia mengaku bakal terus belajar memahami segala aspek pemerintahan Ibu Kota.

"Pertama kali di sini. Jadi tentunya aku harus lebih banyak belajar lagi," kata dia.

Baca: Ketua DPRD DKI Soal Formula E: Ini Ajang Besar Kampanyekan Mobil Listrik

Berbagai gelar yang ia dapat di bidang pendidikan, ditambah gerakan politik dan organisasi di bidang serupa, membuat Zita menaruh fokus kepemimpinannya hari ini pada sektor pendidikan.

Sebagai wanita satu-satunya di kursi pimpinan dewan, Ia menginginkan berbagai kebijakan dan alokasi anggaran yang dibuat DPRD DKI, bisa berpihak kepada wanita dan anak.

"Jadi saya mewakili wanita, satu-satunya di unsur pimpinan, supaya ke depannya kebijakan juga anggaran bisa berpihak kepada wanita dan anak," ungkap dia.

"Jadi jangan hanya kuantitasnya aja tapi juga kualitasnya. Jadi harus berkualitas dan harus pro anak dan wanita. Namanya gender responsive," pungkas Zita.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved