Catatan PSI terkait 2 Tahun Kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan

Pertama, soal janji rumah DP nol rupiah yang menjadi program unggulan pasangan Anies-Sandi kala itu

Catatan PSI terkait 2 Tahun Kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan
TRIBUN/HO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai mobil listrik E-Bluebird sebelum melepas konvoi kendaraan listrik yang digelar untuk menyemarakkan penyelenggaraan Formula E, di Jakarta, Jumat (20/9/2019). Dalam konvoi kendaraan listrik tersebut, Bluebird Group menghadirkan 10 unit armada E-Bluebird. Kehadiran kendaraan listrik sebagai armada terbaru Bluebird Group merupakan langkah konkrit dan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan, khususnya dalam mengurangi polusi udara. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta genap 2 tahun.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun memberikan sejumlah catatan terkait implementasi janji Anies semasa kampanye dulu.

Juru Bicara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta Rian Ernest mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 lalu, menyebutkan bahwa sekira lima juta warga DKI tidak memiliki rumah.

Sementara itu, sejak Anies menjabat sebagai Gubernur DKI, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya berhasil menghantarkan 1.790 warganya ke program rumah DP nol rupiah.

"Angka ini menurut kami terlalu kecil. Ini bukanlah pencapaian untuk lingkup Gubernur, ini tidak beda dengan lingkup kerja Wali Kota," ucapnya, Rabu (16/10/2019).

Selain itu, PSI juga menyoroti harga rumah DP nol rupiah yang dinilai tidak terjangkau bagi warga kalangan menengah ke bawah berpenghasilan rendah.

"Pemprov DKI mensyaratkan penghasilan suami dan istri di kisaran Rp 4 juta sampai Rp 7 juta untuk lolos verifikasi. Ini banyak dikeluhkan warga," ujarnya.

Kemudian, sektor lapangan kerja juga menjadi catatan bagi PSI.

Dimana semasa kampanye dulu, mantan Rektor Universitas Paramadina ini berjanji akan membuka lapangan kerja dengan angka penyerapan kurang lebih 40 ribu tenaga kerja per tahun.

Ini berarti dalam dua tahun kepemimpinannya, seharusnya Pemprov DKI bisa menyerap kurang lebih 80 ribu tenaga kerja.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved