Kata Ahok soal Bus Transjakarta Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ahok mengibaratkan pengoperasian bus merek Zhong Tong dengan istilah kuno di luar negeri.

Kata Ahok soal Bus Transjakarta Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Penumpang bus TransJakarta koridor 1 Blok M-Kota kepanasan karena mogok di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2015). Bus gandeng merk Zhong Tong itu seringkali bermasalah pada mesin dan rem. Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta menarik 30 bus TransJakarta merk Zhong Tong karena banyak masalah. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) berharap, bus Transjakarta merek Zhong Tong dioperasikan untuk kepentingan banyak orang.

Dia juga berharap keselamatan penumpang menjadi perhatian utama.

Sebab, bus Zhong Tong yang beroperasi pada era Ahok sering terbakar dan mogok.

"Asal bukan untuk kepentingan diri dan kelompok saja dalam memutuskan sesuatu, tetapi untuk kepentingan dan keselamatan orang banyak," ujar Ahok kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Ahok mengibaratkan pengoperasian bus merek Zhong Tong dengan istilah kuno di luar negeri.

Dalam istilah itu, kata Ahok, orang yang miskin harus membeli barang terbaik agar bisa dipakai seumur hidup.

Baca: Minim Pencapaian, PSI Anggap Anies Gubernur Level Walikota

Baca: Anies Baswedan Berharap Pimpinan DPRD DKI Segera Tancap Gas Bahas RAPBD 2020

"Kalau kaya, enggak masalah, tinggal beli lagi ganti ganti. Kalau dasarnya untuk kenyamanan, keamanan, serta penghematan jangka panjang, masing-masing pikirannya beda," kata dia.

Ahok tidak mau berkomentar saat ditanya apabila bus Zhong Tong yang dioperasikan itu kembali mogok atau terbakar.

"Biar masyarakat yang menilai saja," ucap Ahok.

PT Transportasi Jakarta kembali mengoperasikan bus merek Zhong Tong buatan China. Bus itu dioperasikan untuk melaksanakan kontrak dengan operator Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) pada 2013.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved