Gunakan LRT dan Transjakarta, Perjalanan Kelapa Gading ke Dukuh Atas Hanya 40 Menit

Selain nyaman dan berstandar internasional, LRT dapat menghemat waktu berkisar 13-15 menit perjalanan dari Kelapa Gading ke Stasiun Velodrome

Gunakan LRT dan Transjakarta, Perjalanan Kelapa Gading ke Dukuh Atas Hanya 40 Menit
Tribunnews/JEPRIMA
Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek terlihat dari atas kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). Jalur yang akan menghubungkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi telah mencapai 65,77 persen dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2021. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain nyaman dan berstandar internasional, LRT dapat menghemat waktu berkisar 13-15 menit perjalanan dari Kelapa Gading, Jakarta Utara ke Stasiun Velodrome, Jakarta Timur.

Adapun bila dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui skybridge dari Stasiun Velodrome menuju Halte Pemuda Rawamangun, kemudian diteruskan dengan naik bus TransJakarta ke Halte Dukuh Atas, akan memakan waktu sekitar 40 menit.

Jadi bila diakumulasikan, total waktu perjalanan dengan integrasi LRT Jakarta dan bus Transjakarta dari Kelapa Gading sampai Dukuh Atas berkisar 55-60 menit.

Kereta LRT seolah menjadi jawaban bagi warga Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang ingin bepergian ke arah Pusat.

Setelah rute LRT dari Jakarta Timur ke Jakarta Utara, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Syafrin Liputo menjelaskan, Pemprov DKI berencana memperkuat rute Jakarta Timur dan Jakarta Barat dengan LRT.

Baca: Wajah Transportasi Jakarta: Dari Transjakarta, MRT, dan LRT Menuju Integrasi Transportasi Jak Lingko

“Dalam jangka pendek ini yang bisa didorong adalah LRT. Sebelumnya kan untuk pergerakan masyarakat itu yang disiapkan adalah fasilitasnya. Sekarang yang disiapkan untuk mobilitas kendaraan itu orangnya yang bergerak, sehingga dibutuhkan angkutan massal agar orang mudah bergerak. Karena itu harus difasilitasi segera,” katanya.

Adapun untuk sistem pembayaran, Syafrin menjelaskan setelah LRT resmi beroperasikan akan menerapkan sistem cashless atau uang elektronik.

Ia pun berharap dengan uang elektronik, harapannya bisa dilakukan efisiensi dan efektivitas pergerakan masyarakat (mengurangi antrian),

“Selain itu juga untuk mendorong terjadinya integrasi sistem pembayaran secara menyeluruh dalam layanan transportasi,” jelas Syafrin.

Berita ini sudah tayang di kompas.com berjudul Ada LRT, Mobilitas Warga Jakarta Utara dan Timur Jadi Lebih Gesit

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved