Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Biang Kerok Banjir Tol Cikampek

Budi Setiyadi mengatakan, proyek yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) itu membuat drainase tol tersumbat

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Biang Kerok Banjir Tol Cikampek
Ria Anatasia
Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di acara penutupan posko Nataru di Kemenhub, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengindikasi banjir di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek tepatnya di KM 24 diakibatkan oleh pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, proyek yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) itu membuat drainase tol tersumbat.

Tak hanya itu, menurut Budi, banjir juga disebabkan pengerjaan tol layang Jakarta-Cikampek di wilayah tersebut.

Pekerja melakukan proses pemasangan girder di lokasi proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Bandung-Jakarta di Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jumat (3/1/2020). Pemasangan girder atau balok beton seberat lebih kurang 900 ton dengan panjang lebih dari 15 meter itu, membutuhkan waktu sekitar dua hari. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Pekerja melakukan proses pemasangan girder di lokasi proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Bandung-Jakarta di Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jumat (3/1/2020). Pemasangan girder atau balok beton seberat lebih kurang 900 ton dengan panjang lebih dari 15 meter itu, membutuhkan waktu sekitar dua hari. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Saya ke lapangan dengan stakeholder terkait. Begitu ada pekerjaan tol elevated dan KCIC banyak yang tadinyaa saluran air terhambat jalan kerja," kata Dirjen Budi di kantornya, Senin (6/1/2020).

"Jadi tadinya (saluran air) bagus, tapi ditutup untuk jalan kerja mobilisasi alat berat dan sebagainya," sambungnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan KCIC, WIKA, Waskita Karya dan Jasa Marga untuk mengecek faktor penyebab banjir tersebut.

Para pemangku kepentingan, kata Budi, telah sepakat untuk mengatasi permasalah tersebut dengan membuka kembali saluran air.

Akibat curah hujan tinggi yang turun secara menerus sejak dini hari tadi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta mulai banjir. Foto diambil Rabu (1//1/2020)
Akibat curah hujan tinggi yang turun secara menerus sejak dini hari tadi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta mulai banjir. Foto diambil Rabu (1//1/2020) (ist/kiriman Tribunners)

"(Penyebabnya) gorong-gorong tersumbat, jalur air dibeton dan sebagainya. Tanggal 5 Januari itu sudah selesai sudah ada MoU bagi tugas untuk treatment," ujar Budi.

"Jadu ada jalan kerja dari gorong-gorong ke gorong-gorong lain, sehingga ada tiga saluran air yang terhambat karena antara parit ditutup pakai beton, nah itu sudah dibuka lagi," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa wilayah di Jabodetabek Kamis (2/1/2020) pagi terpantau masih terendam banjir. Salah satunya di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek tepatnya di KM 24 yang mengarah ke Cawang.

"Iya masih ada genangan di KM 24 tepatnya di Cibitung mengarah ke Jakarta. Sementara arus lalu lintas dialihkan," kata Petugas Call Center Jasa Marga, Afif saat dikonfirmasi, Kamis(2/1/2020).

Afif menjelaskan akibat genangan air tersebut antrean kendaraan mengular karena tepat di KM 25 petugas mengarahkan keluar menuju jalan arteri Cibitung.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved