Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Larang Penggunaan Monas untuk Formula E

TACB nasional mempertanyakan dasar Komisi Pengarah memberikan izin atau persetujuan.

Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Larang Penggunaan Monas untuk Formula E
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Lintasan Resmi Formula E Jakarta E-Prix 2020 di Kawasan Monas yang ditampilkan perdana dalam konferensi pers PT Jakarta Propertindo, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Formula E Operation, di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Polemik terkait Monas untuk ajang Formula E sepertinya belum mengendur.

Arkeolog Junus Satrio Atmodjo, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional, menegaskan, merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2010, yang berhak memberikan rekomendasi atas apa pun obyek cagar budaya adalah TACB, bukan Tim Sidang Pemugaran (TSP).

”Ini secara kuat disebutkan dalam UU,” katanya dilansir dari Kompas.id.

Kompas merunut ke Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1443/2017 tentang TACB dan TSP.

Kedua tim dinyatakan harus bersama-sama dalam memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Gubernur atas pelaksanaan revitalisasi, renovasi, konservasi, dan adaptasi cagar budaya.

Junus menjelaskan, semuanya harus dilihat lagi pada tupoksinya.

TSP sebetulnya lebih untuk memberikan arahan dan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perubahan gedung karena konservasi, pemugaran.

Sementara untuk yang memberikan rekomendasi atas cagar budaya, khususnya cagar budaya naaional yang mengandung nilai-nilai nasional, seperti kawasan Medan Merdeka, adalah TACB.

Itu sebabnya TACB nasional mempertanyakan rekomendasi yang diberikan TSP DKI.

Junus menjelaskan, terkait dengan polemik itu, TACB nasional sudah melakukan rapat atas persetujuan penggunaan kawasan Medan Merdeka sebagai area balapan Formula E oleh Komisi Pengarah.

Halaman
12
Editor: tribunjakarta.com
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved