Breaking News:

Virus Corona

Pengakuan Pengemudi Ojol yang Hina Wantimpres: Salah Paham soal Ibadah di Tengah Wabah Corona

Terutama terkait penerapan jaga jarak antara satu orang dengan orang lainnya saat salat berjamaah

TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pengemudi ojek daring berinisial MA (20) diamankan aparat kepolisian.

Dugaannya, MA melontarkan ujaran kebencian terhadap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Habib Luthfi melalui media sosial.

Baca: Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah Jadi 112, Positif 1.790 Orang

Saat diperiksa polisi, MA mengaku salah menerjemahkan imbauan pemerintah soal penerapan salat berjamaah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, penerapan salat berjamaah di tengah protokol kesehatan menjaga jarak malah dianggap MA sebagai sebuah kesalahan.

Terutama terkait penerapan jaga jarak antara satu orang dengan orang lainnya saat salat berjamaah.

"Salah satu yang ditangkap atau diterjemahkan salah oleh tersangka ini adalah sosial atau physical distancing ini mengakibatkan salat berjamaah harus berjarak satu meter antara satu umat dengan umat yang lain," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (2/4/2020).

Tersangka juga menganggap bahwa sisa ruang yang ada saat penerapan jaga jarak saat salat Jumat akan diisi oleh setan.

"Pemahaman dia, rongga yang kosong ini akan diisi oleh setan, nah ini yang jadi pemahaman tersangka," jelas Budhi.

Unggahan berisi ujaran kebencian itu dituliskan MA lewat salah satu akun media sosialnya pada Selasa (31/3/2020) lalu.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved