Breaking News:

KRL Kembali Beroperasi Normal 12 Jam Mulai Hari Ini, Penumpang Diminta Lakukan Ini

Selama dalam kereta, KCI juga minta penumpang untuk tidak bicara secara langsung maupun dengan telepon genggam alias hp selama dalam kereta

Tribunnews/Jeprima
Seorang penumpang dengan mengenakan masker dan pelindung wajah saat akan menaiki KRL di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Pihak Stasiun Bekasi menerapkan physical distancing atau jarak fisik antar penumpang, membatasi jumlah penumpang hingga 50 persen, dan membatasi jam operasional dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan beroperasi normal pukul 06.00-18.00, sesuai ketentuan  selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB DKI mulai Selasa (26/5/2020). 

Ini adalah jam operasional normal baru setelah KCI menerapkan jadwal terbatas selama libur Lebaran pada 24-25 Mei 2020. 

"Jadwal pemberangkatan kereta-kereta pertama dari wilayah penyangga Jakarta mulai pukul 05.00 WIB," ungkap VP Corporate Communications KCI Anne Purba melalui keterangan resmi perusahaan Senin (25/5/2020). 

Penumpang yang akan memanfaatkan KRL tetap harus menerapkan protokol kesehatan nasional yakni tetap menggunakan masker, mengikuti pemeriksaan suhu tubuh, dan memanfaatkan fasilitas wastafel tambahan yang ada di stasiun untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan sesudah naik KRL. 

Selama dalam kereta, KCI juga minta penumpang untuk tidak bicara secara langsung maupun dengan telepon genggam alias hp selama  dalam kereta.

Baca: Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj, Sopir TransJakarta Akui Sempat Keluar Jalur

Baca: PT KCI: Jumlah Pengguna KRL Turun 90 Persen karena Pembatasan Operasional Lebaran

Baca: Gubernur DKI Jakarta Tegaskan SIKM Jadi Syarat Mutlak Masuk Wilayah DKI Jakarta

Ini demi mencegah penularan Covid-19 lantaran penularan virus corona bisa melalui droplet atau cairan yang dapat keluar dari mulut dan hidung saat kita batuk, bersin, maupun berbicara.

Sselama masa PSBB, KCI juga membatasi j jumlah penumpang dalam satu gerbong kereta yakni maksimal 60 orang.

Pembatasan dilakukan dengan penyekatan penumpang di sejumlah titik, sehingga jumlah yang berada di peron dan di dalam kereta terkendali. 

"Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun," imbuhnya. 

KCI mencatat, dua hari selama Lebaran,  jumlah penumpang mencapai 83.125 orang dari dua tahap pengoperasian terbatas KRL, yakni pukul 06.00-08.00 WIB dan tahap kedua pada 16.00-18.00 WIB. 

Jumlah ini turun 86% dari total penumpang pada hari kedua lebaran tahun 2018 mencapai 629.983 orang. Sementara dibandingkan hari kedua lebaran 2018, jumlahnya turun 88,9% dari 749.332 orang. 

Baca: Luhut Ungkap Alasan Tak Hentikan Operasional KRL

Baca: Raffi Ahmad Bagi-bagi THR kepada Keluarganya di Hari Lebaran, Cuma Syahnaz Shadiqah Tak Dapat

KCI mencatat,  ada 448 perjalanan kereta pada masa libur lebaran dua hari ini. KCI sempat menambah 18 perjalanan kereta karena jumlah penumpang meningkat dan agar jaga jarak fisik (physical distancing) tetap bisa dilakukan di dalam kereta.

Apalagi, ada beberapa stasiun yang mengalami antrean panjang penumpang, misalnya Stasiun Angke, Cikarang, dan Karet.

Antrean terjadi sekitar dua jam sebelum keberangkatan pertama, namun antrian dapat terurai dalam waktu 10-15 menit. 

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved