Breaking News:

Virus Corona

Ditemukan Kasus Positif Corona di Pasar Tanah Abang, Sejumlah Toko Ditutup

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan kebijakan tidak menutup total area pasar adalah kebijakan baru

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
FOTO ILUSTRASI:Suasana perdagangan setelah tutup 80 hari di Blok A,Pasar Tanah Abang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin(15/6/2020). Pasar Tanah Abang mewajibkan semua pengunjungnya untuk cuci tangan dan ukur suhu sebelum masuk dan menerapka ganjil genap selama PSBB transisi. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak enam orang yang biasa beraktivitas di Pasar Tanah Abang positif Covid-19. Namun area pasar tidak ditutup seluruhnya, melainkan hanya toko tertentu saja.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan kebijakan tidak menutup total area pasar adalah kebijakan baru dan akan diterapkan perdana untuk Pasar Tanah Abang.

Penutupan dimulai Rabu (1/7/2020) besok. Sementara toko yang ditutup adalah toko sekitar lokasi pedagang yang dinyatakan positif Corona dan teridentifikasi jadi tempat penularan virus.

Garis polisi akan dipasang untuk mencegah warga mendekat ke lokasi.

"Akan dimulai di Tanah Abang, akan lihat yang lain. Yang tutup tetangga-tetangganya. Itu kita lagi hitung di blok A berapa, blok B berapa. karena cuma dua kios yang kena," kata Arief di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020).

"Radiusnya kita pertimbangkan berapa jarak, itu yang ditutup police line," imbuh dia.

Sementara kios lain yang tidak teridentifikasi jadi lokasi penyebaran virus akan tetap beroperasi normal.

Diketahui, ada enam (6) orang positif di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keenam orang itu berasal dari berbagai kalangan.

Mulai dari karyawan dari Cengkareng satu orang, pedagang blok A dan Blok B masing-masing satu, lalu karyawan swasta Blok A, dan karyawan blok B dua orang.

Dilakukan pula penulusuran orang tuna wisma atau Penyandang Masalah Kebutuhan Sosial (PMKS) yang diduga berinteraksi dengan pasien positif. Namun ketiga orang PMKS tersebut telah dinyatakan negatif Covid-19.

"Jadi pedagangnya cuma dua. Kemudian ketika tiga orang ini diperiksa terkait PMKS, yang memang berinteraksi dengan positif, itu negatif tiga-tiganya," tutur Arief.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved