Breaking News:

Adhi Commuter Properti Kembangkan Proyek Properti Berskala Kota Seluas 120 Hektar di Bogor

Tahun lalu, anak usaha PT Adhi Karya (Persero), Tbk (ADHI) ini mencapai nilai kontrak 80-90% dari target.

Istimewa
Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ACP) Rizkan Firman didampingi jajaran direksi dalam perkenalan manajemen baru di Jakarta, Rabu (2/6/2020). Saat ini ACP berkonsentrasi untuk memperbanyak portofolio produk properti, baik hunian vertikal (high rise building) maupun hunian tapak (landed house) berbasis TOD dalam rangka persiapan Initial Public Offering (IPO) tahun 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru dua tahun berkiprah di bidang properti, PT Adhi Commuter Properti telah sukses mengembangkan bisnis properti terintegrasi transportasi massal (Transit Oriented Development/TOD) di kawasan LRT City se-Jabodetabek dan jaringan Grandhika Hotel Indonesia.

Tahun lalu, anak usaha PT Adhi Karya (Persero), Tbk (ADHI) ini mencapai nilai kontrak 80-90% dari target.

"Tahun ini kami akan mengembangkan bisnis strategis LRT City di Jabodetabek dengan memperbanyak portofolio produk properti, baik hunian vertikal (high rise building) dan hunian tapak (landed house) berbasis TOD,” ungkap Direktur Utama ACP Rizkan Firman dalam acara perayaan HUT ke-2 di Jakarta, Kamis (2/6/2020).

Rizkan juga mengatakan, tahun ini menjadi penting mengingat tahun depan, rencananya perusahaan akan akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM PT Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan, meskipun kondisi perekonomian saat ini tengah menurun akibat adanya pandemi, kami tetap optimis untuk tetap memberikan yang terbaik.

"Salah satunya dengan komitmen kami untuk melakukan serah terima 3 proyek kami,” katanya.

Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza mengatakan, saat ini tengah mengembangkan proyek berskala kota, yakni Adhi City yang menghubungkan Proyek LRT City Sentul – Royal Sentul Park.

Kawasan ini diharapkan menjadi kawasan kota masa depan yang terintegrasi dengan transportasi massal di kawasan Bogor.

"Dengan luas 120 Ha dan mixed-use development, kawasan ini akan dilengkapi dengan hunian, perkantoran, mall, hotel, rumah sakit, fasilitas pendidikan tinggi, dan komersial area,” katanya.

Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan tetap berinisiatif untuk tetap menyediakan hunian dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah RI.

Halaman
123
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved