Kamis, 21 Mei 2026

UU Cipta Kerja

7 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Polisi: Ponsel Thohirin Dibanting, Ponco Sempat Tak Dapat Dikontak

Thohirin melihat aparat menangkap 3 hingga 5 orang peserta aksi yang yang diduga sebagai perusuh. Thohirin melihat mereka dipukuli polisi.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/JEPRIMA
Kondisi halte Tosari yang dibakar pendemo saat berunjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). Sekitar pukul 18.40 WIB, massa membakar halte TransJakarta Tosari, Pantauan tim Tribunnews di lapangan massa juga membakar halte TransJakarta Bundaran HI. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan polisi saat meliput demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), Kamis (8/10/2020) lalu. Bukan hanya diintimidasi, para jurnalis itu bahkan juga ada yang dipukul dan ditangkap.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat setidaknya ada 7 orang jurnalis yang menjadi korban kekerasan polisi saat meliput aksi unjuk rasa pada Kamis lalu.

"Jumlah ini bisa bertambah, kami masih menelusuri dan memverifikasi," kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2020).

Jurnalis yang diduga menjadi korban kekerasan salah satunya adalah Tohirin dari CNNIndonesia.com.

Ia mengaku dipukul dan ponselnya dihancurkan. Tohirin menerima perlakuan itu ketika meliput demonstran yang ditangkap polisi di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 20.47 WIB. Saat itu aparat mulai memukul mundur massa aksi yang sebelumnya menguasai Simpang Harmoni.

Aparat berkali-kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Melihat kondisi itu, Thohirin berinisiatif merekam peristiwa tersebut. Dia berdiri di belakang barikade polisi.

Tidak ada wartawan lain yang mendampinginya ketika itu.

"Saya merasa aman karena saya berada di belakang polisi," kata Thohirin.

Beberapa saat kemudian, Thohirin melihat aparat menangkap 3 hingga 5 orang peserta aksi yang yang diduga sebagai perusuh.

Thohirin melihat mereka dipukuli polisi. Bahkan salah satunya pingsan.

Baca: 66 Anak yang Terlibat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya Dipulangkan Usai Mendapat Pendampingan

"Saya melihat kejadian itu. Polisi yang melihat saya langsung menghampiri. Saya ditanya apakah mengambil gambar atau video. Saya bilang tidak," kata Thohirin.

Namun polisi tidak percaya. Mereka memaksa Thohirin mengeluarkan ponsel dan memintanya membuka galeri.

Thohirin pun terpaksa mengikuti permintaan tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved