UU Cipta Kerja

Viral Tudingan CCTV Sengaja Dimatikan saat Demo Tolak UU Cipta Kerja, Pemprov DKI Angkat Bicara

Pemprov DKI Jakarta membantah tudingan warganet soal sengaja dimatikannya beberapa CCTV saat demo tolak Omnibus Law berlangsung.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa aksi bersitegang dengan aparat kepolisian saat demonstrasi di Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Muncul berbagai tudingan dari warganet terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sengaja mematikan CCTV saat demo tolak UU Cipta Kerja.

Pasalnya, sejumlah kamera pemantau disebut mati saat aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja pada Rabu (13/10/2020) kemarin.

Warganet pun menilai CCTV dimatikan secara sengaja oleh pihak pemerintah.

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Banyaknya perbincangan tentang CCTV mati di beberapa daerah pun membuat Kepala UP Jakarta Smart City Diskominfotik DKI Jakarta angkat bicara.

Yudhistira Nugraha mengatakan, CCTV yang mati tersebut karena mengalami kerusakan pada demo sebelumnya.

Selain itu, sebagian CCTV mengalami gangguan jaringan sehingga tak bisa diakses.

"Beberapa CCTV mati karena mengalami kerusakan pascademo sebelumnya dan ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan," ucap Yudhis pada Rabu (14/10/2020).

Halaman selengkapnya >>>

Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved